Sholat Penghapus Dosa

0
117

Sholat Penghapus Dosa

Ditulis oleh : Asy-Syaikh Prof DR Abdurrozak Al-Badr hafidhohullah Ta’ala.

Alhamdulillah, was sholaatu was salaamu ala Rosulillah, wa ba’du ;

Sesungguhnya sholat memiliki pengaruh yang sangat besar dan dampak yang agung, diantaranya adalah dapat menggugurkan dosa, membersihkan kejelekan dan menghapus kesalahan.

Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

“Di antara shalat yang lima waktu, di antara Jumat yang satu dan Jumat lainnya, di antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ ، يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا ، مَا تَقُولُ ذَلِكَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ » . قَالُوا لاَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا . قَالَ « فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ ، يَمْحُو اللَّهُ بِهَا الْخَطَايَا »

“Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, apakah akan tersisa kotorannya walau sedikit?” Para sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun kotorannya.” Beliau berkata, “Maka begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapuskan dosa.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits-hadits yang semisal makna ini sangatlah banyak, dan tatkala penghapusan dosa-dosa berkaitan melaksanakan ibadah sholat sedemikian rupa, maka dianjurkan kepada setiap muslim untuk memperbanyak memohon ampunan di setiap keadaannya dalam gerakan sholat seperti tatkala berdiri, rukuk, sujud ataupun duduk.

1 – فمن أدعية الاستفتاح ما رواه مسلم عَنْ عَلِىِّ بْنِ أَبِى طَالِبٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ كَانَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ قَالَ « وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ. أَنْتَ رَبِّى وَأَنَا عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِى وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِى فَاغْفِرْ لِى ذُنُوبِى جَمِيعًا إِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ وَاهْدِنِى لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِى لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِى يَدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ ».

Diantara do’a bacaan istiftah adalah yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim dari sahabat Aly bin Abi Tho’lib radhiyallahu anhu, bahwasanya Rosulillah Sallallahu alaihiwa sallam jika berdiri untuk mengerjakan sholat mengucapkan do’a :

“Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi sebagai muslim yang ikhlas dan aku bukan termasuk orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya Allah, Engkaulah Maha Penguasa. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau dan Maha Terpuji. Engkaulah Tuhanku dan aku adalah hambaMu. Aku telah menzhalimi diriku sendiri dan akui dosa-dosaku. Karena itu ampunilah dosa-dosaku semuanya. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni segala dosa melainkan Engkau. Tunjukilah aku akhlak yang paling terbaik. Tidak ada yang dapat menunjukkannya melainkan hanya Engkau. Jauhkanlah akhlak yang buruk dariku, karena sesungguhnya tidak ada yang sanggup menjauhkannya melainkan hanya Engkau. Aka aku patuhi segala perintah-Mu, dan akan aku tolong agama-Mu. Segala kebaikan berada di tangan-Mu. Sedangkan keburukan tidak datang dari Mu. Orang yang tidak tersesat hanyalah orang yang Engkau beri petunjuk. Aku berpegang teguh dengan-Mu dan kepada-Mu. Tidak ada keberhasilan dan jalan keluar kecuali dari Mu. Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi. Kumohon ampunan dariMu dan aku bertobat kepadaMu”. (HR. Muslim)

2 – ومن أدعية الركوع والسجود ما رواه الشيخان عَنْ عَائِشَةَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا ، قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي.

Diantara bacaan do’a rukuk dan sujud adalah yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhary dan Muslim dari Ummul Mukminin A’isyah radhiyallahu anhuma berkata, ” Dahulu Nabi Sallallahu alaihi wa sallam berdoa dalam rukuk dan sujud dengan membaca : ” Subhanakallahumma robbanaa wa bihamdika, allahummaghfir-lii (Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, pujian untuk-Mu, ampunilah aku)”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

3 – ومن أدعية الرفع من الركوع ما رواه مسلم عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِى أَوْفَى يُحَدِّثُ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ « اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَاءِ وَمِلْءَ الأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ اللَّهُمَّ طَهِّرْنِى بِالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَالْمَاءِ الْبَارِدِ اللَّهُمَّ طَهِّرْنِى مِنَ الذُّنُوبِ وَالْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الْوَسَخِ ». وفي رواية : إِذَا رَفَعَ ظَهْرَهُ مِنَ الرُّكُوعِ.

Diantara do’a bangkit dari rukuk adalah yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim dari sahabat Abdullah ibnu Abi Aufa radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mengucapkan do’a :

” Allahumma lakal hamdu mil-assamawaati wa mil-al ardhi, wa mil-a maa syi’ta min syai-in ba’du, Allahumma tohhirni bis-Salji wal-Barodi wal-Maa’il Baaridi, Allahumma tohhirni minad-Dzunubi wal Khotoyaa kama yunakkos-Tsaubul abyadu minal -Wasakhi “.

” Ya Allah, Rabb kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi, sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelah itu. Ya Allah, Rabb kami, sucikanlah kami dengan salju serta air hujan dan air yang dingin. Ya Allah, Robb kami, bersihkan lah kami dari dosa dan kesalahan sebagaimana baju yang putih bersih dari segala noda “.

Dan dalam riwayat lain disebutkan : ” Jika bangkit dari rukuk “. (HR. Muslim)

4 – ومن أدعية السجود ما رواه مسلم عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَقُولُ فِى سُجُودِهِ « اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى كُلَّهُ دِقَّهُ وَجِلَّهُ وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلاَنِيَتَهُ وَسِرَّهُ ».

Diantara doa sujud adalah yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam beliau berdoa dalam sujud nya :

” Allahummag-firli dzanbi kullahu dikkohu wa jillahu wa awwaluhu wa a’khirohu wa alaaniyatahu wa sirrohu “.

” Ya Allah , Robb kami, ampunilah dosa-dosa ku semuanya, yang nampak ataupun yang tidak nampak, yang terdahulu ataupun yang akan datang, yang terlihat dan yang tidak terlihat “. (HR. Muslim)

5 – وفي الجلسة بين السجدتين يكثر من الاستغفار ، روى أبو داود عَنْ حُذَيْفَةَ ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم َكَانَ يَقْعُدُ فِيمَا بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ نَحْوًا مِنْ سُجُودِهِ ، وَكَانَ يَقُولُ : رَبِّ اغْفِرْ لِي ، رَبِّ اغْفِرْ لِي . أي أنه يكرر ذلك بين السجدتين لا أنه يقوله مرتين فقط .

Doa diantara dua sujud dianjurkan agar banyak meminta ampunan, sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Imam Abu Dawud dari sahabat Hudzaifah radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam duduk diantara dua sujud lama seperti lama sujud nya, dan mengucapkan doa : ” Robbig-firli, Robbig-firli. ….Ya Allah Robb kami, ampunilah dosa-dosa ku, Ya Allah Robb kami, ampunilah dosa-dosa kami…..yaitu, mengulang-ulangi bacaan doa tersebut ketika duduk diantara dua sujud “. (HR. Abu Dawud)

6 – وقبل السلام كان يستغفر ففي صحيح مسلم عن علي : ثُمَّ يَكُونُ مِنْ آخِرِ مَا يَقُولُ -صلى الله عليه وسلم- بَيْنَ التَّشَهُّدِ وَالتَّسْلِيمِ « اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَسْرَفْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ».

Dan sebelum mengucapkan salam, Nabi shallallahu alaihi wa sallam banyak mengucapkan istigfar memohon ampunan tatkala duduk tasyahud sebelum salam, sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim dari sahabat Ali radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memperbanyak doa : ” Allahummaghfirli maa koddamtu wa maa akkhortu wa maa asrortu wa maa a’lantu wa maa asroftu wa maa anta a’lamu bihi minni, Antal-Muqqoddim wa Antal-Muakkhir, laa ilaha illa Anta “.

” Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami yang terdahulu dan yang akan datang, yang tersembunyi dan yang nampak, dan yang tidak terlihat, yang Engkau lebih mengetahuinya, Engkau adalah Dzat Yang Pertama dan Dzat Yang Akhir, tiada Ilah selain Engkau “. ( HR. Muslim)

7 – وبعد السلام يستغفر روى مسلم عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلاَتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلاَثًا وَقَالَ « اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ ». قَالَ الْوَلِيدُ فَقُلْتُ لِلأَوْزَاعِىِّ كَيْفَ الاِسْتِغْفَارُ قَالَ تَقُولُ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ.

Dan doa setelah salam adalah beristighfar meminta ampun kepada Allah Ta’ala, sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim dari sahabat Tsauban radhiallahu anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam jika setelah menunaikan sholat membaca istigfar tiga kali dan mengucapkan doa : ” Allahumma Antas- Salaam wa minkas-Salaam tabaarokta Dzal Jalaali wal Ikraam “.

Berkata Al-Waliid, Aku berkata kepada Al-Auzaa’i : ” Bagaimana mengucapkan istigfar? Maka dijawab : ” Astaghfirullah, Astaghfirullah. ….”. ( HR. Muslim)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata : ” Bacaan istigfar adalah menghapus dosa-dosa, sehingga dapat menjauhkan dari adzab, sebagaimana firman Allah Ta’ala :

وما كان الله معذبهم وهم يستغفرون

” Dan tidaklah Allah menurunkan adzab kepada mereka , sedangkan mereka senantiasa memohon ampunan “.

Dan Nabi Sallallahu alaihi wa sallam senantiasa memohon kepada Allah Ta’ala ampunan tatkala dipermulaan sholat ketika membaca doa istiftah , sebagaimana dalam hadist Abu Hurairah radhiyallahu anhu dan hadist Ali ketika setelah bertakbir dan setelah bangkit dari rukuk dan dalam doa tasyahud dan ketika rukuk dan sujud dalam riwayat Abu Dawud, An-Nasa’i dan Ibnu Majah, dan diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mengucapkan do’a :

“اللهم اغفر لي ذنبي كله، دقه وجله وأوله وآخره وعلانيته وسره”.

Maka tidak tersisa dari segala keadaan sholat dan rukun nya kecuali disana terdapat bacaan istigfar memohon ampunan kepada Allah Ta’ala.

  • Artikel ini diposting oleh Website Seindah Sunnah
  • Mohon menyebutkan link dari kami jika antum mengutip dari kami
Segera daftarkan nomer antum untuk mendapatkan Broadcast Dakwah WhatsApp Seindah Sunnah, klik ini
  • Kurma Ajwa Nabi Asli Madinah Grosir dan Eceran klik ini
Dukung Seindah Sunnah dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • IKLAN di Website ini hubungi WhatsApp berikut : +62 853 2525 8908
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0454-730-654 a.n. Musa Jundana
  • Mohon untuk konfirmasi donasi ke WhatsApp berikut : +62 853 2525 8908

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.