Panduan Fikih Ringkas Shalat Istisqa

0
957

Panduan Fikih Ringkas Shalat Istisqa Sesuai Sunnah

Saat ini, negeri kita tengah mengalami kemarau panjang, banyak daerah yang kekeringan bahkan terjadi kebakaran hutan. Sering kita lihat, banyak daerah mengadakan shalat meminta hujan atau shalat istisqa. Hal ini sangat kita syukuri karena masyarakat kita menempuh cara yang dicontohkan bahkan lebih menggembirakan lagi, shalat tersebut langsung dipimpin kepala daerah.

Namun bisa jadi ada sebagian masyarakat yang masih bingung mengenai tata cara shalat istisqa atau masih terasa asing dengan sunah ini, mudah-mudahan pembahasan berikut dapat mendekatkan kembali sunah yang asing ini di tengah masyarakat kita.

Pengertian Istisqa

Istisqa secara bahasa artinya meminta air minum dari orang lain untuk diri sendiri atau untuk orang lain.

Secara syariat, ulama mendefinisikan:

طلبه من الله عند حضور الجدب على وجهٍ مخصوص

“ Meminta hujan kepada Allah, ketika terjadi kekeringan, dengan aturan dan tata cara tertentu.” (Fathul Bari, 2:492)

Waktu Pelaksanaan Shalat Istisqa

Dalam al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Muyasarah dinyatakan:

وتُصلّى في أي وقت خلا وقت الكراهة

“Shalat istisqa dilakukan di waktu kapanpun, selain waktu terlarang (untuk shalat).” (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Muyasarah, 2:177)

Tempat Pelaksanaan Shalat Istisqa

Artikel ini diposting oleh Website Seindah Sunnah

Mohon menyebutkan link dari kami jika antum mengutip dari kami

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Android berikut ini 

Segera daftarkan nomer antum untuk mendapatkan Broadcast Dakwah WhatsApp Seindah Sunnah, klik ini


Dukung Seindah Sunnah dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • IKLAN di Website ini hubungi WhatsApp berikut : +62 853 2525 8908
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0454-730-654 a.n. Musa Jundana
  • Mohon untuk konfirmasi donasi ke WhatsApp berikut : +62 853 2525 8908

LEAVE A REPLY