Apa itu Taubat Nasuha ?

0
1727

Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu’alaikum warrahmatulah wabarokatuh

Segala puji bagi Allah ta’a yang dengan nikmatnya kita bisa menghirup dan menghembuskan udara, dan dengan kemurahannya dan kasih sayangnya kita masih bisa merasakan rasa aman, sehat dan waktu luang, shalawat serta salam kita haturkan kepada Nabi kita Muhammad Salallahu’alaihi wasallam, sahabat, kerabat dan para pengikutnya Amiin.

TAUBAT NASUHA adalah Taubat dengan sejujur jujurnya taubat. Dan Taubat sendiri memiliki makna Kembali, yaitu kembalinya Hamba kepada RabbNya setelah hamba itu melakukan hal yang menyimpang dari perintah RabbNyA yaitu Allah Jalla Jalaaluhu.

DALIL DASAR TAUBAT NASUHA

Dalil-dalil mengenai taubat sangatlah banyak, Diantara dalil- dalil tersebut adalah

– QS Al-Maidah : 39

وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالا مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (38) فَمَنْ تَابَ مِنْ بَعْدِ ظُلْمِهِ وَأَصْلَحَ فَإِنَّ اللَّهَ يَتُوبُ عَلَيْهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (٣٩)9

Artinya: Maka barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 

– QS Al-An’am : 54

 

وَإِذَا جَآءَكَ ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِـَٔايٰتِنَا فَقُلْ سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ ۖ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَىٰ نَفْسِهِ ٱلرَّحْمَةَ ۖ أَنَّهُۥ مَنْ عَمِلَ مِنكُمْ سُوٓءًۢا بِجَهٰلَةٍ ثُمَّ تَابَ مِنۢ بَعْدِهِۦ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُۥ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Artinya: Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: “Salaamun alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.  

SYARAT DAN TATA CARA TAUBAT NASUHA

Adapun Syarat – syarat dan tata cara kita bertaubat kepada Allah, akan kita bagi berdasarkan tipe dan macamnya karena ada 2 (dua) tipe dosa kesalahan yang dilakukan oleh manusia yaitu dosa kepada Allah dan dosa atau salah kepada sesama manusia ( haqqul adami ). Rincian tata tata cara taubatnya, kami jelaskan sebagaimana berikut ini :

1. TAUBAT ATAS DOSA KEPADA ALLAH

Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar 2/845 mengatakan bahwa ada 3 ( tiga ) syarat yang mendasar dalam melaksanakan taubat nasuha atas dosa yang dilakukan kepada Allah :

Ketahuilah wahai saudaraku seiman bahwa setiap orang yang melaksanakan dosa maka wajib baginya segera melakukan taubat ( nasuha ). Adapun taubat dari dosa kepada Allah ( haqqullah ) terdapat tiga syarat :

Pertama : Berhenti dari perbuatan dosa itu seketika itu juga.

Kedua : Menyesali perbuatannya.

Ketiga : Berniat tidak mengulangi perbuatan tersebut.

Apabila tidak terpenuhi ketiga syarat yang kami sebutkan di atas, maka tidak sah taubatnya.

2. TAUBAT DARI DOSA PADA SESAMA MANUSIA ( HAQQUL ADAMI )

Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar 2/845 menyatakan cara taubat dari dosa yang bersifat haqqul adami atau pada manusia adalah sebagai berikut:

Pertama : Meninggalkan perilaku dosa itu sendiri

Kedua : Menyesali perbuatan maksiat yang telah dilakukan.

Ketiga : Berniat tidak melakukannya lagi selamanya.

Keempat : Membebaskan diri dari hak manusia yang dizalimi dg cara sbb:

( a ) Apabila hal itu menyangkut dengan harta seseorang atau barang, maka caranya adalah dengan mengembalikan harta atau barang tersebut;

( b ) Apabila hal itu menyangkut non-materi seperti pernah memfitnah, ngerasani (ghibah), dan lain sebagainya maka hendaknya ia meminta maaf kepada orang yang bersangkutan.

Bertaubat pada sebagian dosa tertentu adalah sah pada dosa tersebut sedang dosa yang lain masih tetap demikian pendapat ahlul haq.

Selain syarat – syarat dan tata cara tersebut di atas, Hendaknya bagi orang yang ingin taubat nasuha mengiringi taubatnya dengan amal perbuatan yang baik lain sebagai penebus dosa atas perbuatannya, seperti memperbanyak infaq dan sedekah kepada fakir miskin, yatim piatu atau yayasan sosial Islam seperti masjid dan pesantren serta amal ibadah lain.

Baca juga ini : Ketika keinginan taubat itu datang

Tim Seindah Sunnah

Referensi :

Al Qur’an
Maktabah Alqur’an Digital Al wasi’
Kitab Al Adzkar Imam Nawawi Rahimahullah
Dan referensi lainnya

  • Artikel ini diposting oleh Website Seindah Sunnah
  • Mohon menyebutkan link dari kami jika antum mengutip dari kami
Segera daftarkan nomer antum untuk mendapatkan Broadcast Dakwah WhatsApp Seindah Sunnah, klik ini
  • Kurma Ajwa Nabi Asli Madinah Grosir dan Eceran klik ini
Dukung Seindah Sunnah dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • IKLAN di Website ini hubungi WhatsApp berikut : +62 853 2525 8908
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0454-730-654 a.n. Musa Jundana
  • Mohon untuk konfirmasi donasi ke WhatsApp berikut : +62 853 2525 8908

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.