Kandungan Makna Dua Kalimat Syahadat

0
1104

Memahami Makna Dua Kalimat Syahadat

Sebagai seorang muslim, tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan dua kalimat syahadat. Akan tetapi, apakah kita sudah memahami makna dua kalimat syahadat tersebut dengan benar ? Apakah kita juga sudah merealisasikannya dengan benar dalam kehidupan kita ?

Syahadat merupakan pondasi agama seorang muslim. Lalu di atas pondasi inilah amalan-amalannya akan dibangun. Pondasi ini harus dibangun dengan kokoh. Karena bilamana pondasi ini hancur, amalan-amalan yang dibangun di atasnya juga akan runtuh dan hancur.

Dua kalimat syahadat yang sering kita dengar ini memiliki makna yang begitu agung. Setiap muslim harus memahami maknanya agar dia bisa merealisasikannya dengan benar. “Laa ilaha illallahu” ( Tidak ada Sesembahan  yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah ), akan tetapi jika  di samping itu dia masih berdoa kepada para wali ? Orang yang seperti itu syahadatnya tidak bermanfaat. Begitu pula orang yang mengucapakn “ Saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah dan hamba-Nya. Syahadat yang diucapkan tentu hanyalah omong kosong.

Dari sini dapat kita simpulkan bahwa dua syahadat yang kita sebutkan, tidak cukup dengan ucapan lisan saja. Akan tetapi, dengan ucapan dari lisan dan keyakinan yang mantap yang berasal dari hati. Dan hal ini dapat terwujud jika seseorang memahami makna yang terkandung di dalamnya.

MAKNA SYAHADAT “LAA ILAHA ILLALLAHU

Ada beberapa makna yang terkandung di dalam syahadat “ Laa illaha illallahu.” Berikut beberapa makna yang telah ulama sebutkan.

1. Meninggalkan kebiasaan-kebiasaan orang musyrik yang mengandung unsur memalingkan ibadah kepada selain Allah ta’ala, seperti berdoa kepada orang-orang shalih yang telah meninggal, meminta syafaat kepada mereka dan sebagainya.

Seluruh ibadah yang kita lakukan harus kita persembahkan kepada Allah semata. Dengan memalingkan ibadah kepada selain-Nya, seseorang telah terjerumus ke dalam perbuatan syirik, yang bisa menjadikan pelakunya kekal di neraka. Allah Ta’ala berfirman :

 إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ 

“ Sesungguhnya barang siapa yang menyekutukan ( sesuatu dengan ) Allah, maka sungguh Allah telah mengharamkan surga baginya dan tempat kembalinya ialah neraka. Dan tidak ada seorang pun penolong  bagi orang-orang zalim itu.”( QS. Al-Maidah:72 )

2. Berlepas diri dari kesyirikan dan mengesakan Allah ta’ala dalam segala bentuk ibadah. Karena , kalimat ” Laa ilaha illallahu ” ini mencakup dua perkara yang saling berkaitan, yaitu:

  • Meniadakan segala bentuk sesembahan yang disembah selain Allah ta’ala
  • Menetapkan bahwa seluruh bentuk ibadah hanya untuk Allah ta’ala

Cukuplah Nabi kita Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam sebagai teladan kita dalam masalah ini. Penolakan beliau begitu tegas ketika orang-orang kafir datang kepadanya dan menawarkan untuk mengibadahi tuhan-tuhan mereka, lalu sebagai imbalanya mereka juga akan beribadah kepada Allah ta’ala, bukan hanya beliau, bahkan para nabi sebelum beliau juga telah melakukan hal yang sama, diantaranya adalah Nabi Ibrahim. Allah mengabadikan kisahnya dalam Al-quran.

Allah Ta’ala berfirman :

وَإِذْ قَالَ إِبْرٰهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِۦٓ إِنَّنِى بَرَآءٌ مِّمَّا تَعْبُدُونَ

” Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah,

إِلَّا ٱلَّذِى فَطَرَنِى فَإِنَّهُۥ سَيَهْدِينِ

” ….. tetapi ( aku menyembah ) Tuhan Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku”. ( Al Zukhruf 26-27 )

3. Mengesakan Allah ta’ala dalam ketaatan, seperti menghalalkan apa yang Allah ta’ala halalkan dan mengharamkan apa yang Allah ta’ala haramkan. Allah telah mencela orang-orang Nashrani dan Yahudi dalam masalah ini. Allah l berfirman:

ٱتَّخَذُوٓا۟ أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبٰنَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ ٱللّٰهِ وَٱلْمَسِيحَ ٱبْنَ مَرْيَمَ وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوٓا۟ إِلٰهًا وٰحِدًا ۖ لَّآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحٰنَهُۥ عَمَّا يُشْرِكُونَ

“ Mereka menjadikan orang-orang alim ( Yahudi ) dan rahib-rahibnya ( Nashrani ) sebagai tuhan selain Allah,dan juga Al-Masih putra Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Maha Esa, tidak ada sesembahan ( yang berhak disembah dengan benar ) kecuali Dia. Maha Suci Dia dari apa yang mereka sekutukan.” ( QS. At-Taubah:31 )

4. Mengesakan Allah ta’ala dalam kecintaan, sehingga Allah dan Rasul-Nya adalah yang paling dicintainya. Dan barang siapa yang menyekutukan-Nya dengan sesuatu dalam masalah ini berarti dia telah melakukan perbuatan syirik. Konsekuensi yang dihasilkan dari rasa cinta ini adalah mengikhlaskan seluruh ibadah hanya kepada-Nya dan tunduk hanya kepada-Nya.

5. Kufur terhadap sesuatu yang disembah selain Allah ta’ala, seperti kufur kepada thaghut ( syetan dan segala sesembahan selain Allah ). Dan tanpa ini tidak akan sempurna syahadat seseorang.

MAKNA SYAHADAT “ SAYA BERSAKSI BAHWA MUHAMMAD ADALAH UTUSAN ALLAH DAN HAMBA-NYA ”

Yaitu: Menetapkan dengan lisan dan mengimani dengan hati, bahwa Muhammad bin Abdillah adalah utusan Allah ta’ala kepada seluruh makhluk-Nya, dari golongan manusia dan jin.

Allah ta’ala berfirman:

قُلْ يٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنِّى رَسُولُ ٱللّٰهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا ٱلَّذِى لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمٰوٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْىِۦ وَيُمِيتُ ۖ فَـَٔامِنُوا۟ بِٱللّٰهِ وَرَسُولِهِ ٱلنَّبِىِّ ٱلْأُمِّىِّ ٱلَّذِى يُؤْمِنُ بِٱللّٰهِ وَكَلِمٰتِهِۦ وَٱتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ١٥٨

“ Katakanlah ( Muhammad ) wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua. yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan ( yang berhak disembah ) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya ( kitab-kitab-Nya ) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk”.”( QS. Al-A’raf:158 )

Ada beberapa konsekuensi yang terkandung di dalam syahadat ini, yaitu:

1. Mentaati seluruh perintah Rasulullah Shalallahu a’laihi wa salam dan menjauhi semua larangannya. Begitu banyak ayat dan hadits yang menunjukkan hal ini. Diantaranya adalah firman Allahta’ala :

وَمَآ أٰتَىٰكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَىٰكُمْ عَنْهُ فَٱنتَهُوا۟ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللّٰهَ ۖ إِنَّ ٱللّٰهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

“ Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka ambillah,dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah, Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.”(QS. Al-Hasyr: )

Rasulullah Shalallahu a’laihi wa salam telah memberi kabar gembira kepada orang-orang yang menaatinya dan mengancam orang-orang yang menyelisihinya.

Beliau Shalallahu a’laihi wa salam bersabda :

(( من أطاعني دخل الجنة و من عصاني فقد أبى ))

“ Barang siapa yang menaatiku maka dia akan masuk surga, dan barang siapa yang menyelisihiku maka dia telah enggan.”

2. Mempercayai semua perkataan beliau Shalallahu a’laihi wa salam. Hal ini dikarenakan Rasulullah Shalallahu a’laihi wa salam tidak mengucapkan sesuatu karena mengikuti hawa nafsunya.

3. Beribadah kepada Allah ta’ala sesuai dengan ajaran dan sunnah beliau. Dalam beribadah, ittiba’ ( mengikuti ) ajaran Rasul adalah sebuah syarat diterimanya suatu amalan. Tanpanya, suatu amalan akan ditolak oleh Allah ta’ala.

Rasulullah Shalallahu a’laihi wa salam bersabda :

(( من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد ))

“ Barang siapa yang beramal dengan suatu amalan yang tidak ada dalam agama maka dia tertolak.”

Demikian, semoga yang sedikit ini bermanfaat bagi kita. Wallahu a’lam. (redaksi)

NB : Demi menjaga kehormatan saudara kita, mohon di sertakan sumber dan linknya ketika share artikel dari kami, Jazakumullahu Khairan

====================================
Daftar Whatsapp Nasehat Seindah Sunnah

Nama # Umur # L/P # Alamat kirim ke +62 852 1119 3332 ( Registrasi via Whatsapp langsung bukan via Sms )

  • Artikel ini diposting oleh Website Seindah Sunnah
  • Mohon menyebutkan link dari kami jika antum mengutip dari kami
Segera daftarkan nomer antum untuk mendapatkan Broadcast Dakwah WhatsApp Seindah Sunnah, klik ini
  • Kurma Ajwa Nabi Asli Madinah Grosir dan Eceran klik ini
Dukung Seindah Sunnah dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • IKLAN di Website ini hubungi WhatsApp berikut : +62 853 2525 8908
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0454-730-654 a.n. Musa Jundana
  • Mohon untuk konfirmasi donasi ke WhatsApp berikut : +62 853 2525 8908

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.