Hikmah Dibalik Shalat Subuh

0
1953

Tidak diragukan lagi bahwasanya shalat adalah tiang agama, yang dengannya tegaklah agama islam. Sungguh benar-benar shalat telah mendapat porsi perhatian dalam agama sangat besar sekaligus menjadi sorotan tajam atas keimanan seseorang., bahkan saking ditekankannya dalam syariat menjadikan shalat untuk dikerjakan secara berjamaah bagi laki-laki di masjid. Oleh karena itu seharusnya bagi setiap orang yang mengaku muslim untuk memahami akan pentingnya shalat lima waktu, dan agar shalat mendapatkan tempat khusus dalam dirinya.

Betapa tidak, karena Allah ta’ala memerintahkan shalat lima waktu kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam dan umatnya secara langsung yaitu tepatnya ketika peristiwa Isro Mi’roj yang sudah dikenal oleh setiap muslim, akan tetapi kenyataannya sangat disayangkan adanya sebagian kaum muslimin yang memandang shalat sebelah mata dikarenakan minimnya pengetahuan mereka tentang ibadah yang satu ini, sehingga ada diantara mereka yang bermalas-malasan dalam mengerjakannya atau meninggalkannya baik secara sengaja atau tidak sengaja, lebih parah lagi jika ada yang sudah meremehkannya atau mengingkari akan kewajibannya, hingga tanpa sadar dia telah melakukan kekufuran yang nyata dan keluar dari agama islam.

Diantara sederet shalat wajib yang luput dari perhatian kebanyakan orang ialah shalat shubuh, yakni shalat yang dikerjakan di waktu orang-orang masih dalam buaian mimpinya dan diantara kasur-kasur yang empuk dan bantal serta selimut yang menutupi dirinya, hingga sulit baginya untuk bangun kemudian  berwudhu dan mengerjakan shalat shubuh berjamaah di masjid bagi laki-laki, kecuali bagi orang-orang yang dimudahkan Alloh untuk melakukannya. Padahal kalau ia mengetahui pahala atau balasan yang bakal diterimanya dalam shalat ini niscaya ia akan mendatanginya walaupun harus dengan merangkak.

Rasululloh Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda :

لَيْسَ صَلَاةٌ اَثْقَلَ عَلَى الْمُنَا فِقِيْنَ مِنَ الْفَجْرِوَالْعِشَاءِ, وَلَوْيَعْلَمُوْنَ مَا فِيْهِمَا لَأَ تَوْهُمَا وَلَوْحَبْواً

” Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang-orang munafik daripada shalat shubuh dan isya, dan seandainya mereka mengetahui apa yang terkandung pada keduanya, tentulah mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak. (HR. Bukhari Muslim).

Benar, apa yang disabdakan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bahwa orang-orang munafiq sajalah yang merasa berat melakukan shalat shubuh dan isya, kalaupun mereka melaksanakannya maka hal itu dilakukan dengan malas-malas atau karena maksud riya dihadapan manusia, sesuai dengan firman Alloh Ta’ala :

إِنَّ الْمُنَافِقِيْنَ يُخَادِعُوْنَ اللهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوْا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوْا كُسَالَى يُرَآءُونَ الناَّسَ وَلَا يَذْكُرُوْنَ اللهَ إِلَّا قَلِيْلَا

” Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka . Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut nama Allah kecuali sedikit sekali. (QS. An-Nisa’ 142) 

kemudian ada sebagia dari kaum muslimin yang sengaja memperlambat dari mengerjakan shalat shubuh hingga keluar dari waktunya padahal setiap shalat memiliki waktunya masing-masing.

Allah ta’ala berfirman :

 إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتَابًا مَّوْقُوْتًا

” Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS.An Nisa. 103)

Adapun Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam sendiri telah menerangkan waktu shalat shubuh dalam sabdanya :

وَقْتُ صَلَاةِ الصُّبْحِ مِنْ طُلُوْعِ الْفَجْرِمَا لَمْ تَطْلُعِ الشَّمْسُ

” Waktu shalat shubuh ialah ketika terbit fajar hingga sebelum terbitnya matahari”.(HR.Muslim)

Bandingkan dengan kebanyakan kaum muslimin yang sering-sering menunda shalat shubuh hingga terbitnya matahari dari timur yang merupakan tanda habisnya waktu shalat shubuh ditambah lagi jika seorang laki-laki yang selain diperintah melaksanakan shalat shubuh adalah mengerjakannya di masjid secara berjamaah, hal ini berdasarkan sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam :

مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِهِ فَلَا صَلَاةَ لَهُ إِلَّا مِنْ عُذْرٍ

” Barang siapa yang mendengar adzan tapi tidak mendatanginya maka tidak ada shalat baginya kecuali udzur”.(HR.Ibnu Majjah no 793 dan Al Hakim 1/246)

Pernah dikatakan kepada Ibnu Abbas apa yang dimaksud dengan udzur itu ? Ia menjawab, takut atau sakit, Adapun dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam bahwa beliau didatangi oleh seorang laki-laki buta, lalu berkata wahai Rasululloh tidak ada orang yang menuntunku pergi ke masjid. Apakah aku punya rukhshah (keringanan) untuk shalat dirumahku? Maka Beliau mengizinkannya, namaun ketika orang itu hendak beranjak, Rosululloh Shalallahu ‘alaihi wa salam bertanya :

هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ

Apakah engkau mendengar seruan untuk shalat? Ia menjawab ya, beliau berkata lagi, kalau begitu penuhilah.

Subhanalloh orang buta yang tidak ada penuntunnya diperintahkan untuk shalat di masjid secara berjamaah, dan jarak antara rumahnya dengan masjid cukup jauh, belum lagi jika harus menghadapi kesukaran jalan dan banyak binatang buas khususnya dimalam hari, maka apalagi alasan orang yang sehat dan kuat serta tidak cacat untuk tidak mendatangi masjid dan shalat secara berjamaah ?

Oleh karena itu, hendaknya setiap muslim memperhatikan shalat yang satu ini dengan cara mempelajarinya serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-harinya dan tidak kalah pentingnya ialah mengetahui keutamaan-keutamaannya yang besar serta keistimewaan-keistimewaan yang agung dalam shalat shubuh, hingga menjadi motivasi baginya dalam mengerjakan.

Diantara keutamaan dan Hikmah Dibalik Shalat Subuh adalah :

1. Orang yang berjalan menuju masjid untuk shalat shubuh, Alloh akan menyediakan baginya hidangan dari surga sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam

مَنْ غَدَا اِلَى الْمَسْجِدِ وَ رَاحَ, أَعَدَ اللهُ نُزُلَهُ كُلَّمَاغَدَا أَوْ رَاحَ

” Barang siapa yang pergi pada awal siang dan akhir siang ke masjid, Alloh akan menyediakan baginya hidangan dari syurga setiap kali ia pergi pada awal siang dan akhir siang. ” (Muttafaqun ‘Alaih)

2. Orang yang shalat shubuh secara berjamaah di masjid, maka ia akan memperoleh pahala orang yang shalat semalam suntuk, sebagaiman sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam dari sahagat Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu berkata : Saya mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda :

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِيْ جَمَاعَةٍ, فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ, وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِيْ جَمَاعَةٍ, فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ.

” Barang siapa yang shalat isya secara berjamaah, maka seakan-akan ia shalat semalam suntuk.” (HR. Muslim)

3. Orang yang shalat shubuh maka dia berada dalam lindungan Allah Ta’ala, sebagaimana yang diriwayatkan oleh sahabat Jundub bin Sufyan RA, berkata : Rosululloh Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda :

مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِيْ ذِمَّةِ اللهِ

” Barang siapa yang mengerjakan shalat shubuh maka ia berada dalam jaminan Alloh ” (HR. Muslim)

Pernah suatu ketika seorang Tabi’in yang bernama Salim bin Abdillah bin Umar bin AlKhattab diperintahkan oleh gubernur Iraq Al-Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqofi pada dinasti Umayyah supaya memenggal kepala seorang laki-laki yang bersekutu dalam pembunuhan Khalifah Utsman bin Affan Radhiyallahu lalu Salim mendekat kepada orang tersebut seraya berkata ; Apakah pagi ini kamu shalat shubuh ? Maka dia menjawab, ya. Spontan Salim melempar pedang yang ada ditangannya dan tidak jadi membunuhnya, kemudian berkata : “Saya tidak akan membunuh orang yang berada dalam lindungan Alloh. Akhirnya berita ini sampai ke telinga bapaknya yaitu Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhu , kemudian berkomentar “bagus, jangan membunuhnya.

4. Orang yang selalu mengerjakan dan menjaga shalat shubuh dengan sebaik-baiknya niscaya ia akan terhindar dan selamat dari api neraka yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobarannya, sebagaimana yang diriwayatkan dari sahabat Abu Zuhair; Umarah bin Ubaidah Radhiyallahu berkata :Aku pernah mendengar Rosululloh Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda :

لَنْ يَلِيْج النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوْبِهَا

” Tidak akan masuk neraka seorang yang shalat sebelum terbitnya matahari (shalat shubuh) dan sebelum terbenemnya (shalat Ashar) ” (HR.Muslim)

Sungguh alangkah beruntungnya orang yang menjaga shalat lima waktu khususnya shalat shubuh dan ashar dengan selamatnya dia dari api neraka, dan alangkah sengsaranya orang yang menyia-nyiakan dan tidak memperdulikan shalat ini.

5. Sesungguhnya shalat shubuh disaksikan oleh para amalaikat yang mulia, hingga menambah keistimewaannya dibanding dengan shalat yang lainnya. Alloh ta’ala berfirman :

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوْكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ الَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُوْدًا 

” Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat) ” (QS. Al-Isra’ 78) 

Hal ini selaras dengan apa yang digambarkan oleh Rosululloh Shalallahu ‘alaihi wa salam dalam sabdanya (yang artinya) : “Bertebaran diantara kalian malaikat-malaikat malam, dan malaikat-malaikat siang, kemudian mereka berkumpul pada shalat shubuh dan ashar, selanjutnya naik ke langit yang bermalam bersama kalian, maka Alloh bertanya kepada mereka-dan Dia lebih mengetahui-bagaiman kalian meninggalkan hamba-hambaKu? Mereka menjawab, “kami meninggalkan mereka dalam keadaan shalat, dan kami mendatangi mereka dalam keadaan shalat pula”.(Muttafaq ‘Alaih)

6. Orang yang shalat shubuh tepat waktu mendapat jaminan syurga, sebagaimana Rosululloh bersabda :

مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّّةَ 

” Barang siapa yang shalat pada dua waktu yang dingin maka ia akan masuk surga.” [ Mutafaqun alaih ]

Yakni yang pertama ialah shalat shubuh, karena waktu shubuh adalah diakhir malam yang cuacanya dingin, dan yang kedua ialah shalat ashar karena waktu shalat ashar itu di akhir siang dan suhu  mulai dingin.

Cukuplah sebagai keutamaannya yang sangat agung bagi orang yang bisa menjaga kedua shalat ini  tatkala kebanyakan manusia lengah dan lalai untuk mengerjakan keduanya.

7. Orang yang shalat shubuh serta  mejaganya dengan sebenar-benarnya Alloh akan memberikan mereka kenikmatan yang paling agung di Jannah yaitu melihat wajah Alloh, yang mana tidak ada karunia yang lebih besar dibandimg itu.

Diriwayatkan dari Jarir bin Abdillah Al Bajali Radhiyallahu ‘anhu berkata : kami pernah bersama Rasulullah, lantas Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam melihat bulan pada malam purnama, seraya bersabda :

إِنَّ كُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ كَمَا تَرَوْنَ هَذَالقَمَرَ, لَاتُضَامُوْنَ رُؤْيَتَهُ,فَإِنِ اسْتَطَعْتُمْ لَاتَغْلِبُوْاعَلَى صَلَاةٍ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ  ِوَقَبْلَ غُرُوْبِهَافَفْعَلُوْا

 ” Sesunnguhnya kalian akan melihat Robb kalian sebagaimana kalia melihat bulan ini, kalian tidak merasa susah dalam melihatNya, maka jika kalian sanggup untuk tidak dikalahkan oleh shalat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya maka lakukanlah. ” (Muttafaq ‘Alaih)

Yang dimaksud shalat sebelum terbitnya matahari ialah shalat shubuh dan shalat yang dilakukan sebelum terbenamnya matahari ialah shalat ashar.

Sungguh alangkah bahagianya orang yang diperkenankan Alloh untuk dapat melihatNya yang merupakan nikmat tambahan bagi penduduk syurga.

Adapun diantara sebab-sebab yang memudahkan bagi orang tersebut untuk melihat Alloh ‘Azza Wajalla ialah selalu menjaga kedua shalat ini, dan ini semua bukan berarti menafikan (meniadakan) sebab yang lainnya dari amalan-amalan ibadah yang lainnya.

Inilah sekelumit tentang keutamaan –keutamaan dan keistimewaan-keistimewaan yang ada dalam shalat shubuh yang dapat disebutkan, masih banyak keutamaan-keutamaan yang lainnya. Cukupah hal ini menjadi motivasi bagi setiap muslim untuk selalu giat dalam menjalankan shalat shubuh yang didalamnya terkandung banyak hikmah , baik yang sudah diketahui atau yang belum diketahuinya dan juga semangat dalam melaksanakan ketaatan kepada alloh yang semuanya itu dapat menghantarkannya ke JannahNya

Allahumma Amin..

Referensi :

  1. Alqur’an Al Karim
  2. Syarh Riyadhus Shalihin- Syaikh Sholih Al Utsaimin -Rahimahullah-
  3. Al Wajiz fie Fiqhis Sunnah wal Kitabil ‘Aziz – Dr. Abdul ‘adhim Al Badawy
  • Artikel ini diposting oleh Website Seindah Sunnah
  • Mohon menyebutkan link dari kami jika antum mengutip dari kami
Segera daftarkan nomer antum untuk mendapatkan Broadcast Dakwah WhatsApp Seindah Sunnah, klik ini
  • Kurma Ajwa Nabi Asli Madinah Grosir dan Eceran klik ini
Dukung Seindah Sunnah dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • IKLAN di Website ini hubungi WhatsApp berikut : +62 853 2525 8908
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0454-730-654 a.n. Musa Jundana
  • Mohon untuk konfirmasi donasi ke WhatsApp berikut : +62 853 2525 8908

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.