Sebagian Orang Berkata : Wanita Jangan Bercadar Karena Wajah Bukan Aurat

0
396

Sebagian Orang Berkata : Wanita Jangan Bercadar Karena Wajah Bukan Aurat

Jawaban : Kalau begitu lelaki kemana-mana juga pakai baju cukup menutup dari pusar sampai lutut saja, jangan lebih, karena hanya itu aurat lelaki. 

Jadi jangan pakai jas, baju lengan panjang, celana panjang sampai dibawah lutut, kaos kaki, dll.

Sebagian orang berkata: Jangan bercadar karena tidak bisa dikenali.

Jawaban : Dikenali oleh siapa ? Bukankah lelaki pun juga sering menutup tubuhnya sampai tidak bisa dikenali ? 

Misalnya memakai masker atau penutup wajah, terutama saat di jalan, apalagi saat naik motor, atau naik mobil yang berkaca gelap sehingga orang disekitarnya tidak bisa mengenalinya. 

Bahkan terkadang lelaki membeli bensin di pom sambil wajahnya tertutup masker dan helm sampai tak bisa dikenali (padahal transaksi jual beli). 

Tidak penting untuk dikenali lelaki yang bukan mahrom, justru banyak dampak negatifnya.

Adapun pada kondisi kondisi  penting atau darurat yang memerlukan wajahnya dilihat untuk identifikasi maka boleh saja muslimah wajahnya diperlihatkan kepada lelaki yang bukan mahrom. Namun bukan obral diperlihatkan setiap saat. 

Lagipula, jika hanya bersama sesama wanita atau bayi atau balita dan tidak terlihat lelaki yang bukan mahrom tentu tidak perlu bercadar.

===================

Alasan logis muslimah bercadar (hukumnya sunnah menurut sebagian ulama, dan sebagian lagi berpendapat wajib)

Meski wajah wanita bukan aurat, namun tidak ada salahnya ditutupi (saat terlihat lelaki yang bukan mahrom), bahkan lebih utama. Bukankah para lelaki pun menutupi berbagai bagian tubuhnya padahal bukan aurat ? 

Bukankah aurat lelaki hanya dari pusar sampai lutut, namun lelaki biasa menutup tubuh lebih dari itu ? 

Bahkan lelaki sering menutup hampir seluruh tubuhnya selain kepala dan telapak tangan (yaitu dengan celana panjang, baju lengan panjang atau jas , kaos kaki, sepatu) . 

Apakah para lelaki tersebut disebut berlebih lebihan saat menutup berbagai bagian tubuh selain aurat ??

Bercadar sudah biasa dilakukan sebagian muslimah pada zaman Rasulullah. 

Para ulama pun menyatakan bahwa bercadar adalah perbuatan bagus, sunnah, dan terpuji, bahkan sebagian ulama mewajibkan.

Akhir kata, Wahai Saudariku Muslimah Tutuplah Auratmu dengan Hijab Syar’i

  • Artikel ini diposting oleh Website Seindah Sunnah
  • Mohon menyebutkan link dari kami jika antum mengutip dari kami
Segera daftarkan nomer antum untuk mendapatkan Broadcast Dakwah WhatsApp Seindah Sunnah, klik ini
  • Kurma Ajwa Nabi Asli Madinah Grosir dan Eceran klik ini
Dukung Seindah Sunnah dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • IKLAN di Website ini hubungi WhatsApp berikut : +62 853 2525 8908
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0454-730-654 a.n. Musa Jundana
  • Mohon untuk konfirmasi donasi ke WhatsApp berikut : +62 853 2525 8908

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.