Menjadikan Ibadah Haji Sebagai Mahar, Kemudian Cerai Setelah Berhubungan Badan

0
501

Menjadikan Ibadah Haji Sebagai Mahar Bagi Istrinya, Kemudian Dia Menceraikannya Setelah Berhubungan Badan Dengannya Maka Bagaimanakah Dia Membayarkan Mahar Istrinya ??

Pertanyaan :

Saya sorang Muslim berkebangsaan Arab dan saya menetap di salah satu negara Eropa, saya berkenalan dengan seorang gadis eropa Muslimah yang pada akhirnya saya menikah dengannya pada bulan Ramadhan, dan dia meminta mahar kepada saya berupa pergi ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji, akan tetapi pernikahan kami tidak berlangsung lama melainkan hanya dua hari saja, dan penyebab dari perpisahan kami adalah karena saya tidak bisa memenuhi keinginan dan gejolak seksualnya sebab minim dan dangkalnya pengetahuan saya tentang hubungan seksual, dan saya telah memberitahu setiap dari para sahabatnya tentang apa yang terjadi di antara kami pada malam pertama dan malam kedua, dan ketika saya mengutarakan dan berbincang tentang apa yang telah dia perbuat dia malah mengusir saya dari rumah, dan setelah kejadian itu terkuaklah bahwasannya dia tidak berpuasa Ramadhan, dan sebenarnya dia selama masa-masa pinangan dia telah memiliki hubungan serius dengan salah seorang sahabat lelakinya dan telah terjadi antara mereka berdua perbuatan keji berzina. Maka apakah saya diperkenankan memberikan maharnya ? atau saya memberikan kepadanya biaya haji ? atau saya berpura-pura tidak tahu dengan masalah ini ?

Mohon anda berkenan memberikan nasihat kepada saya dan semoga Allah akan memberikan imbalan pahala bagi anda.

Jawaban :

Alhamdulillah

Jika anda telah menceraikan istri anda, maka perceraian ini terjadi setelah anda berhubungan dengan istri anda, maka sudah menjadi kewajiban anda untuk membayarkan maharnya secara sempurna, sebagaimana firman Allah :

(فَمَا اسْتَمْتَعْتُم بِهِ مِنْهُنَّ فَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ فَرِيضَةً)

“Maka istri-istri yang telah kamu nikmati ( campuri ) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya ( dengan sempurna ), sebagai suatu kewajiban ”

( وَآَتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً )

“Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan ”

Dan hal ini merupakan kewajiban anda kepada istri anda tidak diperkenankan bagi anda merasa bodoh dan mengacuhkan masalah tersebut, dan tidak boleh pula bagi anda mengurangi sesuatu dari maharnya, sebagaimana firman Allah Ta’ala :

وَإِنْ أَرَدْتُمُ اسْتِبْدَالَ زَوْجٍ مَكَانَ زَوْجٍ وَآتَيْتُمْ إِحْدَاهُنَّ قِنْطَارًا فَلَا تَأْخُذُوا مِنْهُ شَيْئًا أَتَأْخُذُونَهُ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا* وَكَيْفَ تَأْخُذُونَهُ وَقَدْ أَفْضَى بَعْضُكُمْ إِلَى بَعْضٍ وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا ) النساء/21-20

“Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali daripadanya barang sedikit pun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata? Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-istri. Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat. (QS.An Nisaa’ / 20-21)

  • Artikel ini diposting oleh Website Seindah Sunnah
  • Mohon menyebutkan link dari kami jika antum mengutip dari kami
Segera daftarkan nomer antum untuk mendapatkan Broadcast Dakwah WhatsApp Seindah Sunnah, klik ini
  • Kurma Ajwa Nabi Asli Madinah Grosir dan Eceran klik ini
Dukung Seindah Sunnah dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • IKLAN di Website ini hubungi WhatsApp berikut : +62 853 2525 8908
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0454-730-654 a.n. Musa Jundana
  • Mohon untuk konfirmasi donasi ke WhatsApp berikut : +62 853 2525 8908

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.