Membuka Aurat Lewat Facebook

0
862

Membuka Aurat Lewat Facebook

Siang itu ada sebuah status dilengkapi foto mampir di beranda facebook.

Bersiap untuk renang di kolam renang kesayangan agar kebugaran tubuh terjaga

Sekilas mungkin status diatas terdengar biasa. Tidak ada yang aneh dan wajar. Apalagi kalau status itu ditulis oleh seorang model ataupun artis papan atas sekalipun. Namun, bagaimana kalau yang menulisnya adalah seorang akhwat muslimah dengan jilbab lebar dan rapi, serta selalu menjaga pergaulannya dari lawan jenis?

Apakah status diatas masih terasa biasa ?

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa aktifitas renang biasanya dilakukan dengan kondisi membuka aurat. Pun tidak membuka aurat, apabila menggunakan baju renang khusus muslimah, juga akan tetap membentuk aurat. Sedang bila menggunakan baju biasa, juga akan tetap basah dan mencetak aurat.

Padahal, diseberang sana ada laki-laki yang punya daya visual yang tinggi. Beberapa ada yang hanya bisa memahami sebuah bahasa tulisan dengan membayangkan apa yang sedang dibayangkan atau dilakukan oleh penulis. Lalu bagaimana kalau laki-laki dengan tipe seperti ini yang membaca status diatas ?

Duhai Ukhti Muslimah …..

Apakah begitu sulit untuk menahan jari-jari antunna agar tidak berbagi status yang tidak penting dan tidak bermanfaat ?

Bukankah kegiatan sehari-hari kita bukan suatu hal yang penting untuk diketahui orang banyak ?

Kejadian seperti di atas bukan sekali atau dua kali saja terjadi.

Terkadang kita tidak sengaja membuka ‘aurat’ secara tidak langsung untuk umum. Hal ini mungkin terjadi karena kurangnya rasa peka akan kondisi disekitarnya. Mungkin akan berbeda bila status tersebut ditulis dan di private sehingga yang bisa membaca hanya dirinya sendiri atau hanya sahabat perempuannya saja.

Apalagi media sosial seperti facebook, dilengkapi fitur yang apabila ada orang yang berkomentar di status kita, status kita bisa muncul di beranda teman-teman facebook si pemberi komentar.

Akhirnya semakin banyaklah yang membaca status tidak penting bahkan tidak pantas tersebut.

Coba bandingkan, bila status yang kita tulis bernilai kebaikan dan dakwah. Semakin banyak yang berkomentar, maka semakin banyak yang membaca, bahkan bila status itu bermanfaat, akan banyak yang membagikan status kita , bahkan mengamalkannya sehingga memperoleh pahala yang berlipat- lipat banyaknya .

Hingga media sosial kita pun akhirnya menjadi ladang pahala bagi kita baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Semoga ini bisa menjadi bahan evaluasi dan renungan kita semua. Agar mulai melatih jari untuk membatasi status-status yang tidak berarti.
______________________________

Share yuk mudah-mudahan Allah Ta’ala memudahkan jalan ke Surga bagi anda.. aamiin

Mau Dapat Ilmu ? Gabung Yuk bersama Seindah Sunnah di :

WA: 085211193332 ketik [ Nama # Umur # L/P # Alamat ]

Daftar Nasehat : [ Nama # Umur # L/P # Alamat ] Kirim ke +62 852-1119-3332  | Registrasi HANYA VIA WHATSAPP bukan Sms | Bagi yang Ingin Berdonasi untuk kemajuan dakwah kami :  BNI Syariah 0454-730-654 a.n Musa Jundana

LEAVE A REPLY