Kisah Wanita Pemberani yang Membuat Yahudi Ketakutan

0
1617

Kisah Wanita Pemberani yang Membuat Yahudi Ketakutan

Bagi Shafiyyah surga Allah melebihi segalanya termasuk keluarga dan anak-anaknya. Bahkan Shafiyyah melakukan kompetisi dengan putranya sendiri untuk meraih “tiket” surga. Saat menghadapi musuh dalam sebuah peperangan dia menyuruh putranya untuk melupakan dirinya . Berbeda dengan orang zaman sekarang, ketika melakukan jihad justru berteriak “ wahai anakku, ingatlah keluarga dan anak-anakmu…”

Shafiyyah bibi Rasulullah ini adalah termasuk orang yang menerima siksaan dan aniaya dari kaum Quraisy. Dia dan putranya Zubair bin Awwam, hendak dibakar di dalam tungku.

Ketika Allah mengizinkan Rasulullah dan kaum mukminin untuk berhijrah ke Madinah, Shafiyyah pun ikut serta berhijrah dan rela meninggalkan segala kenangannya di kota Makkah dan lebih memilih berjuang di jalan Allah dan RasulNya.

Pada Perang Uhud Ia Bagaikan Singa

Meski usianya sudah menginjak 60 tahun, ia menunjukkan sikap kepahlawanannya dan tercatat dalam sejarah Islam , diantaranya adalah kala terjadi perang Uhud dimana beliau ikut berjuang bersama kaum muslimin dalam divisi pasukan muslimah. Tugasnya mensuplai kebutuhan air para pejuang dan membawakan serta tombak-tombak dan panah pejuang.

Dalam perang tersebut , sebagian besar pasukan muslimin tercerai berai hingga meninggalkan Rasulullah yang menyebabkan kaum Musyrikin hendak menyerang Rasulullah. Shafiyyah seketika melemparkan air yang ada padanya dan segera melompat bagai singa betina yang buas . Ia pun merampas tombak salah satu musuh dan bergegas masuk ke dalam barisan mereka. Kemudian berkata lantang “ Celaka kalian!!!…apakah kalian hendak membunuh Rasulullah ?!!…”

Melihat shafiyyah berada di medan pertempuran, Rasulullah khawatir jika dia nanti melihat saudaranya Hamzah yang sudah tewas mengenaskan dirobek-robek tubuhnya secara keji oleh kaum Musyrikin . Rasulullah segera memanggil Zubair dan berkata padanya “ Ibumu wahai Zubair, Ibumu…”

Zubair pun kemudian berkata kepada ibunya,” Sesungguhnya Rasulullah memerintahkanmu untuk mundur,” dia berkata” Mengapa? Aku sudah tahu bahwa saudaraku sudah tewas terbunuh . Yang aku lakukan ini demi menegakkan kalimat Allah…Rasulullah pun akhirnya berkata kepada Zubair, Biarkanlah dia wahai Zubair…”dan Zubair pun tak kuasa mencegah ibunya bertempur.

Ketika peperangan usai, Shafiyyah berdiri di sisi jasad Hamzah yang robek mengenaskan, perutnya robek hingga hatinya keluar, hidungnya terputus dan kedua telinganya terpotong. Dia menutup wajah saudaranya itu dan memohonkan ampunan baginya. Shofiyyah kemudian berkata , “Dia melakukannya demi menegakkan kalimat Allah. Aku ridha terhadap ketentuan Allah ini . Demi Allah aku aku akan tetap bersabar insya Allah.

Perang Khandaq Sebuah Bukti Bagi Yahudi

Pada perang Khandaq ini , selain menunjukkan sikap kepahlawanannya , Shafiyyah membuktikan kecerdasan dan kecerdikannya . Jika hendak berperang biasanya kaum wanita ditempatkan Rasulullah dalam sebuah benteng karena kawatir serangan musuh terhadap mereka. Pada perang Khandaq ini Rasulullah menempatkan Shafiyyah yang tidak lain adalah bibinya ini di dalam benteng Hasan bin Tsabit , seorang ahli syair yang turut berjuang membela Rasul dengan syair-syairnya. Kegentingan perang membuat Rasul dan para sahabatnya tidak sempat memikirkan apa yang terjadi di benteng kaum wanita dan orang-orang yang lemah ini..

Sampai tiba-tiba pandangan mata Shafiyyah tertuju pada sekelebatan orang yang bergerak di waktu fajar. Ditegaskan pandangannya ini dan tahulah ia bahwa itu adalah seorang yahudi yang mengintai benteng. Shafiyyah segera tajam nalurinya dan menyadari bahwa pria ini adalah mata-mata yahudi untuk mengetahui apakah ada pria yang bertugas menjaga benteng atau tidak.’

Shafiyyah lalu berkata dalam hatinya “ Tidak ada seorang priapun yang menjaga benteng kami dari serangan mereka. Jika saja fakta ini mereka ketahui niscaya mereka pasti akan membunuh kaum wanita dan anak-anak disini. Jika ini terjadi maka akan menjadi musibah yang sangat besar bagi kaum muslimin”.

Maka Shafiyyah pun bergegas meraih penutup kepalanya dan kemudian mengambil sebatang besi. Dia lalu turun menuju pintu benteng dengan hati-hati sambil mengawasi gerakan mata-mata tersebut. Ketika sudah dalam posisi dekat dia pun segera memukulnya hingga jatuh tersungkur dan memukulnya kembali hingga tewas. Dia pun meraih sebilah pisau kemudian dipotongnya kepala orang tersebut. Setelah dipotong, dilemparkannya dari atas benteng hingga jatuh di kerumunan bangsa Yahudi yang sedang menunggu kedatangan mata-mata tersebut. Dengan melihat kepala kawannya tersebut , maka ciut dan gentarlah hati mereka dan yakin bahwa Muhammad tidak pernah meninggalkan kaum wanita dan anak-anak tanpa seorangpun yang melindungi.

 

Artikel Ini Di Posting oleh Website Seindah Sunnah
_______________________
Mohon menyebutkan link dari kami jika antum mengutip dari kami
_______________________
Bagi para pembaca yang Ingin Berdonasi untuk kemajuan dakwah kami

Bisa transfer ke rekening BNI Syariah kantor cabang Surakarta 0454-730-654

Mohon konfirmasi setelahnya ke : Email : [email protected] atau Facebook Seindah Sunnah