Ciri-Ciri Wanita Penghuni Surga Yang Di Rindukan

0
1089

Nabi yang mulia shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda dalam suatu hadits ( Ash-Shahihah: 3380, 287).
(An-nasaa’I, isyratun nisa )

Beliau bersabda; “ Maukah aku beritahukan kepada kalian, tentang istri-istri kalian yang akan menjadi penghuni syurga ?? 

Mereka ini ialah istri yang memiliki rasa belas kasih sayang, kemudian yang bakal memberikan banyak keturunan, dan mereka (para istri) yang segera kembali /mendatangi suaminya. 

Dia (seorang istri) dimana jika terjadi suaminya marah dengannya, maka istrinya segera mendatanginya (mendatangi suaminya) serta meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya seorang istri berkata padanya: “Aku tidak mampu memejamkan mataku ini (aku tidak bisa tidur) sebelum engkau ridha kepadaku”.

Subhaanallah….

Hadits yang mulia ini memberikan pelajaran yang sangat berharga sekali untuk kita semua, diantara pelajaran yang dapat kita ambil:

1. Memberikan pelajaran yang berharga kepada kita tentang ciri-ciri wanita calon penghuni surga.

2. Keutamaan memiliki seorang istri yang memiliki rasa belas kasih dan sayang, yang kelak sangat memberikan manfaat untuk suami dan anak-anaknya, yang dia berkhidmat untuk mereka ( Suami dan anaknya ) dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, dan tidak keras dan kasar kepada suami dan anaknya.

3. Keutamaan menikahi seorang wanita yang kelak akan mendapatkan keturunan yang banyak darinya, yang dengan sebabnya memiliki banyak anak akan menambah jumlah kaum muslimin yang beribadah kepada ALLAH dan menghidupi sunnah Nabi-NYA.

4. Tingginya hak suami yang wajib dipenuhi oleh seorang istri, dan wajib bagi seorang istri untuk taat kepadanya dalam perkara baik (bukan ma’siyat).

5. Wanita yang ta’at pada suaminya, maka balasan baginya adalah surga dan termasuk salah satu ciri wanita Penghuni Surga

6. Salah satu potret wanita idaman adalah jika ia memiliki kesalahan maka ia segera meminta maaf

Bahkan Nabi yang mulia pernah bersabda: “ Tidaklah seorang istri dapat memenuhi hak Rabbnya sampai ia menunaikan hak suaminya.( Irwa Al-Ghalil no 1998, Ash-Shahihah: 3366 )

Semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY