Sudah Siapkah engkau menyambut Tamu yang Pasti Datang ?

0
1022
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat kepada Rabb seluruh makhluk-Nya. Shalawat serta salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam yang telah mengemban amanah dari Allah untuk menyampaikan risalah-Nya.

 

Para pembaca yang budiman, semoga Allah ta’ala senantiasa merahmati kita semua, kita sekarang hidup di zaman yang penuh dengan fitnah dan maksiat yang semakin hari semakin merajalela. Perlu kiranya kita sadarkan diri dan hati kita masing-masing, bahwa kita semua sekarang ini sedang menunggu tamu yang pasti datang secara tiba-tiba.

Mungkin telah terbetik di benak para pembaca, siapakah tamu tersebut ? Ketahuilah bahwa tamu tersebut adalah penghancur kelezatan, penghilang kenikmatan yaitu Al Maut atau kematian.

AL MAUT ( KEMATIAN )

Kematian adalah sebuah realita yang sangat nyata yang tidak bisa dipungkiri oleh setiap jiwa, kapan dan dimana ia akan menghampiri. Ia akan datang kepada siapa saja yang Allah kehendaki. Baik yang muda maupun yang tua, yang kaya maupun yang miskin, dan yang dewasa maupun yang masih balita, semuanya akan merasakan kematian.

Allah ta’ala berfirman :

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ

“ Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian.” ( QS. Ali Imran: 185 )

Renungilah perkataan indah Imam Syafi’i Rahimahullah :
َ
“ Perbanyaklah bekal takwa karena engkau tidak mengetahui,
Apabila malam datang, apakah engkau masih hidup di pagi hari?
Betapa banyak orang yang sehat meninggal tanpa sebab,
Betapa banyak pula orang yang sakit mengenyam hidup yang lama.
Sungguh amat banyak anak balita yang diharapkan berumur panjang
Ternyata ia tidak mengetahui kain kafannya telah dijahit.”

Tatkala maut telah menghampiri seorang hamba, tidak ada kata lagi bagi dirinya untuk menolak kedatangannya ataupun meminta untuk penundaannya, dengan mengatakan : “ Ya Allah, janganlah engkau cabut nyawaku karena aku belum sempat bertaubat kepadamu” Dia meminta agar kematiannya ditunda beberapa saat saja karena ia belum sempat bertaubat kepada-Nya, akan tetapi itu tidak bermanfaat baginya. Itulah hakikat tamu yang pasti datang. Sang Tamu memaksa, sementara yang didatangi olehnya dalam keadaan tak berdaya.

Allah ta’ala berfirman :

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

” Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu ( Ajal ) maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat ( pula ) memajukannya. ( Al A’raf 34 )

Sudahlah cukup kemaksiatan yang dikerjakan oleh hamba sebagai awal dari taubatnya.

MAUT MENGINCARMU

Sebagian orang mengerjakan apa yang telah dilarang oleh Allah ta’ala, seperti mencuri, berjudi, minum khamr atau berzina. Apakah mereka mengira bahwa mereka aman dari kematian? Bukan hal yang mustahil, apabila mereka sedang berbahagia dengan maksiat dan mengerjakan apa-apa yang telah dilarang oleh Allah, Maka maut datang dan mengakhiri hidupnya. Sungguh, walaupun kemaksiatan tersebut dilakukan di tempat yang tertutup dan dilengkapi dengan penjagaan yang sangat ketat, tetap saja kematian bisa menjemputnya.

Allah ta’ala berfirman :

أَيْنَمَا تَكُونُوا۟ يُدْرِككُّمُ ٱلْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِى بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ 

“ Dimanapun kalian berada, kematian akan menemukan kalian. Kendatipun kalian berada di dalam benteng yang tinggi dan kokoh…” (QS. An-Nisa: 78)

KISAH UTSMAN BIN AFFAN

Dalam suatu kisah yang diriwayatkan oleh Al-Imam Bukhari Rahimahullah, bahwasanya sahabat Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu tatkala beliau melewati sebuah pemakaman, beliau menangis hingga air mata beliau membasahi janggutnya. Maka dikatakan kepada beliau: “ Mengapa tatkala disebutkan kepadamu neraka dan surga, engkau menangis?” Maka Utsman menjawab: “ Aku mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda : “ Sungguh kuburan adalah tempat yang pertama dari tempat-tempat kehidupan akhirat, barangsiapa yang terbebas dari fitnah di dalamnya, maka akan mudah yang setelahnya. Dan barangsiapa yang terkena fitnah di dalamnya maka akan sulit yang setelahnya.”

BELUM FINISH

Setelah seseorang dicabut nyawanya oleh Allah, maka perjalanan yang akan ditempuh setelahnya masih panjang, sebagaimana kisah sahabat Utsman Radhiyallahu ‘anhu yang telah disebutkan.

Kebanyakan orang menganggap kuburan adalah tempat peristirahatan terakhir bagi jasad, dan sungguh ini adalah anggapan yang sangat keliru.

Ingatlah wahai saudaraku!

Kuburan adalah awal perjalanan seseorang menuju alam akhirat, bersiaplah mulai dari sekarang dengan memperbanyak ibadah dan berbekallah dengan ketakwaan dan jangan menundanya. Karena Allah ta’ala telah banyak menyebutkan kisah orang-orang yang sengsara dikarenakan ketidak sanggupan mereka untuk bertaubat kepada-Nya ketika mereka masih hidup di dunia,

Allah ta’ala berfirman :

حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ٱرْجِعُونِلَعَلِّىٓ أَعْمَلُ صٰلِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّآ ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا ۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

“ Sampai ketika kematian mendatangi mereka, mereka berkata “Kembalikanlah aku (99) sungguh aku akan beramal shaleh, yang dahulu aku meninggalkannya Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.” ( QS. Al-Mu’minuun: 99-100)

Wahai saudaraku ! Perbanyaklah mengingat kematian, karena Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda :

(أ ْ كثِروا ذ ْكر َهاد م َّ اللذات يعنِي: المو ت)

” Pebanyaklah mengingat hal yang bisa menghapuskan kelezatan, yaitu kematian.”

Semoga Allahlmengumpulkan kita semua di surga-Nya dan mencabut nyawa kita saat kita sedang melakukan ketaatan kepada-Nya, sehingga kita mendapatkan husnul khatimah, Amin.

Wallahu A’lam. ( Redaksi )

NB : Demi menjaga kehormatan saudara kita, mohon di sertakan sumber dan linknya ketika share artikel dari kami, Jazakumullahu Khairan

====================================
Daftar Whatsapp Nasehat Seindah Sunnah

Nama # Umur # L/P # Alamat kirim ke +62 852 1119 3332 ( Registrasi via Whatsapp langsung bukan via Sms )

  • Artikel ini diposting oleh Website Seindah Sunnah
  • Mohon menyebutkan link dari kami jika antum mengutip dari kami
Segera daftarkan nomer antum untuk mendapatkan Broadcast Dakwah WhatsApp Seindah Sunnah, klik ini
  • Kurma Ajwa Nabi Asli Madinah Grosir dan Eceran klik ini
Dukung Seindah Sunnah dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • IKLAN di Website ini hubungi WhatsApp berikut : +62 853 2525 8908
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0454-730-654 a.n. Musa Jundana
  • Mohon untuk konfirmasi donasi ke WhatsApp berikut : +62 853 2525 8908

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.