Beginilah Sikap Tawadhu’ (Rendah Hati) Yang Benar Kepada Sesama Muslim

0
352

Beginilah Sikap Tawadhu’ (Rendah Hati) Yang Benar Kepada Sesama Muslim

 

Di Tulis Oleh : Ustadz Muhammad Wasitho, حفظه الله تعالى
Bismillah.

Bakr bin Abdullah rahimahullah berkata:

Jika engkau melihat orang yang lebih tua darimu, maka katakanlah (di dalam dirimu): “ Dia telah mendahuluiku dalam memeluk agama Islam dan melakukan amal sholih. Oleh karenanya, dia lebih baik dariku.”

Jika engkau melihat orang yang lebih muda darimu, maka katakanlah (di dalam dirimu); “ Aku telah mendahuluinya dengan perbuatan dosa dan maksiat. Oleh karenanya, dia lebih baik dariku.”

Jika engkau melihat teman-temanmu memuliakan dan menghormatimu, maka katakanlah (di dalam dirimu); “Mereka telah melakukan suatu nikmat.”

Dan Jika engkau melihat kekurangan atau kelalaian dari mereka terhadap dirimu, maka katakanlah (di dalam dirimu); “Hal ini disebabkan dosa yang aku lakukan.”
(Lihat ‘Uyuunu Al-Akbaar, karya Ibnu Qutaibah, I/267).

Inilah wasiat mulia dari seorang ulama sunnah kepada kita semua, yaitu agar kita senantiasa bersikap tawadhu’ (rendah hati) dan tidak merasa lebih mulia, sombong dan bangga diri di hadapan orang lain dengan kekayaan, kedudukan dan jabatan yang tinggi, popularitas, kecantikan atau ketampanan, banyaknya ilmu dan amal, atau banyaknya pengikut kita. Karena semakin seorang hamba bersikap tawadhu’, maka semakin tinggi derajatnya di hadapan Allah dan di hadapan manusia.

Di dalam hadits yang shohih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ

 

Artinya: “ Dan tidaklah seseorang bersikap tawadhu’ karena Allah, melainkan Allah akan meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim no.2588)

Al-Qodhi Iyadh rahimahullah berkata: “ Di dalam hadits tersebut terkandung dua makna, yaitu:

Pertama : Bahwa Allah Ta’ala memberikan kepadanya kedudukan yang tinggi di dunia sebagai balasan atas sikap tawadhu’nya karena Allah.

Kedua : Peninggian derajat merupakan pahala baginya di akhirat sebagai balasan atas sikap tawadhu’nya itu.”
(Lihat Syarah Shohih Muslim karya Al-Qodhi Iyadh VIII/599).

Demikian Faedah dan Mau’izhoh Hasanah yang dapat kami sampaikan pada hari ini.

Semoga bermanfaat bagi kita semua.

 

Artikel Ini Di Posting oleh Website Seindah Sunnah
_______________________
Mohon menyebutkan link dari kami jika antum mengutip dari kami
_______________________
Bagi para pembaca yang Ingin Berdonasi untuk kemajuan dakwah kami

Bisa transfer ke rekening BNI Syariah kantor cabang Surakarta 0454-730-654

Mohon konfirmasi setelahnya ke : Email : [email protected] atau Facebook Seindah Sunnah