Inilah kiat-kiat istiqamah dalam ketaatan

0
1054

Marilah kita bersama-sama beristiqomah di atas ketaatan kepada Allah ta’ala agar kita mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Inilah seruan kepadamu wahai saudaraku muslim dan kepadamu wahai saudariku muslimah.

Kepada kalian semua dimana saja kalian berada dan di waktu kapanpun. Wahai generasi tauhid, wahai penerus kalimat Laa Ilaa Ha Illallah Muhammadur Rasulullah. Wahai pewaris Nabi  dan para sahabatnya . Kupersembahkan kepada kalian semua wahai orang yang menginginkan kebahagiaan yang hakiki dan abadi, serta kehidupan yang baik dan mulia, hendaknya kalian istiqamah di jalan-Nya. Allah ta’ala berfirman :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَاكَانُوا يَعْمَلُونَ 

Artinya : “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl : 97).

Kepadamu wahai orang yang mencari keberuntungan yang besar yang tiada keraguan dan kerugian, hendaklah kamu istiqomah. Allah ta’ala berfirman :

وَعَدَ اللهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ وَرِضْوَانُُ مِّنَ اللهِ أَكْبَرُ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ 

Artinya : “Allah menjanjikan kepada orang-orang yang mu’min lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka didalamnya, dan (mendapat) tempat-tepat yang bagus di surga’adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar, itu adalah keberuntungan yang besar.” (QS. At-Taubah : 72).

Kepadamu wahai orang yang menginginkan bidadari bermata jeli dan gadis-gadis remaja yang sebaya di surga-Nya, hendaklah kamu istiqomah. Allah ta’ala berfirman :

وَعِندَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ أَتْرَابٌ  . هَذَا مَاتُوعَدُونَ لِيَوْمِ الْحِسَابِ 

Artinya : “Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya. Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab”.(QS. Shaad: 52-53). 

Kepadamu wahai orang yang menginginkan melihat wajah Allah Yang Maha Mulia, hendaklah kamu istiqomah. Allah ta’ala berfirman :

لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ وَلاَيَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلاَذِلَّةٌ أٌوْلَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ 

Artinya : “Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik ( Surga ) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak ( pula ) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.” ( QS. Yunus : 26 ). 

Perkataan Para Ulama Dan Definisi Seputar Istiqomah

1.Berkata Abu Bakar Ash-Shiddiq : “ Istiqomah yaitu engkau tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun”. Beliau memaksudkan istiqomah dengan kemurnian tauhid, maka siapa saja yang konsisten di atas tauhid yang benar yang dimaksud oleh As-Shiddiq mau meninggalkan syirik, niscaya ia akan teguh di atas shiraathal mustaqim ( Jalan yang lurus ) dalam segala urusan, hingga menjadi konsistenlah seluruh amalnya dan keadaannya.

2.Berkata Umar bin Khatthab : “ Istiqomah yaitu engkau selalu teguh di atas perintah dan larangan, engkau tidak terpedaya dengan tipu dayanya syaiton”.

3.Berkata Ustman bin Affan  : “Istiqomah adalah ikhlas kepada Allah dalam beramal”.

4.Berkata Ali bin Abi Thalib  : “Istiqomah yaitu menunaikan kewajiban-kewajiban”.

Hadits-hadits tentang Istiqomah

عَنْ أَبِي عَمْرٍو-وَقِيْلَ أَبيِ عَمْرَةَ-سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِاللهِ اَلثَّقَفِيْ   قال : قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، قُلْ لِيْ  فِي الإِسْلاَمِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا غَيْرَكَ، قَالَ : (( قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ ))  رواه مـسلم

“ Dari Abu Amr, ada yang mengatakan Abu Amrah Sufyan bin Abdullah  , dia berkata;” Saya berkata kepada Rasulullah , “ Wahai Rasulullah, ajarkan aku suatu ucapan yang mengandung ajaran islam yang tidak saya tanyakan kepada orang selain engkau ! Beliau bersabda: “ Katakanlah! Saya beriman kepada Allah kemudian teguhkanlah pendirianmu.” ( HR. Muslim ).
     
Berkata Syaikh Ibnu Jibrin Hafidzahullah:” Pertanyaan sahabat tadi menunjukkan akan kefaqihan dan dalam pengetahuannya, karena dia menginginkan perkataan yang ringkas dan mencakup tentang islam, serta cukup baginya untuk mengamalkannya di kehidupan dunia ini, hingga tidak lagi membutuhkan setelahnya yang lainnya”. Hadits ini diambil dari firman Allah ta’ala yaitu :

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلاَئِكَةُ أَلآتَخَافُوا وَلاَتَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

Artinya : “ Sesungguhnya orang yang mengatakan: ” Rabb kami ialah Allah” Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka ( beristiqomah ), maka malaikat akan turun kepada mereka ( dengan mengatakan ):” Jangalah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih  dan bergembiralah kamu dengan ( memperoleh ) surga yang telah dijanjikan oleh Allah kepadamu”. ( Qs. Fushshilat : 30 ).

Maka, hadits ini menunjukkan kepada dua perkara yang sangat agung, yang keduanya merupakan dasar kebahagiaan dunia dan akhirat, yaitu :

1. Beriman kepada Allah ta’ala.

2. Istiqamah di atas agama Allah ta’ala.

Ibnul Qayyim Rahimahullaah mengatakan dalam kitabnya Madaarijus saalikin : “ Yang dituntut dari seorang hamba ialah istiqomah, yaitu kebenaran, jika tidak mampu atas hal itu maka mendekati. Kemudian kalau dia meninggalkannya berarti dia telah melampaui batas dan menyia-nyiakan. Sebagaimana dalam shahih Muslim dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda : ( yang artinya )

” Berpegang teguhlah kalian kepada keyakinan yang benar, dan biasakanlah kalian dalam mendekatkan diri kepada Allah! Ketahuilah! Tidak ada seorangpun di antara kalian yang selamat karena amal perbuatannya. Para sahabat bertanya:” Tidak juga engkau wahai Rasulullah? Beliau menjawab ; “Tidak juga saya, kecuali jika Allah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepadaku.”   ( HR. Muslim ) 
  
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam mengumpulkan dalam hadits ini tonggak-tonggak agama seluruhnya. Beliau memerintahkan istiqomah yaitu ketepatan dan kebenaran dalam niat-niat, perkataan-perkataan, perbuatan-pebuatan. Maka Istiqomah adalah kalimat yang mengandung prinsip-prinsip agama, yaitu berdiri di hadapan Allah di atas hakikat kejujuran serta memenuhi janji.

Penghalang-penghalang Istiqomah.

1. Teman yang buruk, Sama saja entah itu teman di tempat pekerjaan, Sekolah, perjalanan atau Desa tempat tinggal. Karena sesungguhnya teman memiliki pengaruh yang sangat besar dalam pengrusakan aqidah, akhlak, serta adab. Berapa banyak dari pemuda yang dahulunya berada dalam kebaikan dan kebahagiaan kemudian berteman dengan teman yang buruk dan sahabat yang sesat lagi menyimpang melainkan dia masuk penjara atau rumah sakit karena sebab mengkomsumsi obat-obat terlarang ( karena pengaruh teman ), dll.

2. Lalai dan taswif (menunda-nunda) ; Manusia dalam kelalaiannya seolah-olah seperti kambing dalam tangkapan seorang penjagal. Allah ta’ala berfirman :

اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُّعْرِضُونَ 

Artinya : “ Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling ( daripadanya ). ( QS. al-Anbiya :1 ).

Sesungguhnya menunda-nunda taubat sampai datang waktu dewasa dan zaman kakek-kakek serta waktu selesai dari fase pendidikan dan mendapat ijasah kuliah atau mendapat pekerjaan dan isteri, ini adalah pemikiran-pemikiran yang selalu berputar dalam otak para pemuda dan pemudi. Berapa banyak pemuda yang kedatangan maut di areanya sedang dia dalam kelalaian dan taswifnya (menunda-nunda). Dan sudah berapa banyak dari pemuda yang mencapai mudanya sedangkan ia menunda-nunda dari berbagai perintah agama, dari berbagai maksiat, namun kematian menjemputnya sebelum ia sempat bertaubat. Allah berfirman (yang artinya):

“ ( Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kepada seseorang dari mereka, dia berkata : “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amalan yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak, sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan” (QS. al-Mu’minun : 99-100).

3. Dosa-dosa dan pengaruh maksiat ; Sesungguhnya melakukan perbuatan dosa dapat menghantarkan kepada kerasnya hati, dan menjadi penghalang dan pencegah sampainya menuju istiqamah, Allah berfirman :

كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِم مَّاكَانُوا يَكْسِبُونَ 

” Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka. (QS. al-Muthaffifin : 14)

4. Kebodohan dan kekeliruan terhadap agama. Ini juga terhitung sebagai penghalang terbesar dari perbuatan istiqomah, karena ilmu adalah cahaya sedangkan kebodohan adalah kegelapan, maka setiapkali seorang manusia menjauh dari jalan ilmu, maka semakin jauh dari petunjuk dan cahaya Allah.

Beberapa hal yang dapat membantu dalam merealisasikan istiqomah :

1. Merujuk kepada al-quran. Dengan cara membacanya, merenungi maknanya, serta berpegang teguh dengannya. Lantaran al-qur’an adalah tali Allah yang kuat, siapa yang berpegang dengannya niscaya Allah akan menjaganya dan menyelamatkannya serta mendapat petunjuk menuju jalan yang lurus.

2. Konsekwen di atas syariat Allah dan amal shalih secara terus-menerus. Oleh karena itu Rasulullah  senantiasa dan kontinyu dalam melakukan amal shalih , dan amal yang dicintai dan disukainya yaitu yang dilakukan terus-menerus walaupun sedikit

3. Merenungi kisah-kisah para nabi dan mempelajarinya dalam rangka mencontoh amalan perbuatan mereka. Allah ta’ala berfirman:

وَكُلاًّ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنبَآءِ الرُّسُلِ مَانُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَآءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ

” Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman. (QS. Huud:120)

4. Dzikir kepada Allah. Dan ini merupakan faktor terbesar untuk meraih istiqamah dan tegar di atas ketaatan kepada Allah, sebagaimana firmanNya:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ 

” Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. ( QS. Al-Anfaal:45 )

5. Pendidikan Iman yang ilmiah yang dibangun di atas dalil yang shahih.

6. Teman yang shalih.

Bagaimana istiqomah itu terealisasi?

Dengan melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganya dengan semangat jiwa untuk itu, dan mencari ridha Allah dengan melakukan amal-amal shalih dan meninggalkan perbuatan-perbuatan jelek. Dan yang paling besar untuk diperhatikan seseorang dalam keistiqomahan setelah hatinya adalah anggota badannya seperti lisan, lantaran lisan merupakan penerjemah dan pengungkap hati. Dalam musnad imam Ahmad Rahimahullah Dari Anas bin Malik bahwasannya Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda :

لاَ يَسْتَقِيْمُ إِيْمَان عَبْدِ حَتىَّ يَسْتَقِيْمُ قَلْبَهُ, وَلاَ يَسْتَقِيْمُ قَلْبَهُ حَتىَّ يَسْتَقِيْمُ لِسَانَهُ

“ Tidaklah iman seorang hamba itu lurus sampai lurus hatinya, dan tidaklah lurus hatinya hingga lurus lisannya”

Dan dalam riwayat Imam at-Tirmidzi dari Abu Said secara marfu’ Nabi  bersabda: “Apabila ibnu Adam masuk waktu pagi, maka seluruh anggota tubuhnya memperhatikan lisan seraya mengatakan; betaqwalah engkau (lisan) kepada Allah, terhadap kami (anggota badan), karena kami bersamamu, jika engkau lurus kami juga lurus ,namun jika engkau bengkok kami ikut bengkok”.

Buah dari Istiqomah

Allah ta’ala berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلاَئِكَةُ أَلآتَخَافُوا وَلاَتَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ . نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي اْلأَخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَاتَشْتَهِي أَنفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَاتَدَّعُونَ . نُزُلاً مِّنْ غَفُورٍ رَّحِيمٍ 

” Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan : “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan) : “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat ; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Fushshilat : 30-32)

Semoga bermanfaat

NB : Demi menjaga kehormatan saudara kita, mohon di sertakan sumber dan linknya, Jazakumullahu Khairan

====================================
Daftar Whatsapp Nasehat Seindah Sunnah 

Nama # Umur # L/P # Alamat kirim ke +62 852 1119 3332 ( Registrasi via Whatsapp langsung bukan via Sms )

Artikel Ini Di Posting oleh Website Seindah Sunnah
_______________________
Mohon menyebutkan link dari kami jika antum mengutip dari kami
_______________________
Bagi para pembaca yang Ingin Berdonasi untuk kemajuan dakwah kami

Bisa transfer ke rekening BNI Syariah kantor cabang Surakarta 0454-730-654

Mohon konfirmasi setelahnya ke : Email : [email protected] atau Facebook Seindah Sunnah


LEAVE A REPLY