AL-QUR’AN DIHINA, SIAPA YANG HARUS DIHUKUM

0
270

AL-QUR’AN DIHINA, SIAPA YANG HARUS DIHUKUM..?

Di Tulis Oleh Ustadz Aan Chandra Thalib El-Gharantaly

Dia yang menghina Al-Quran, maka dialah yang harus dihukum dan dijadikan target kebencian.

Cukup dia saja. Jangan kaitkan dengan suku, etnis maupun golongan.

Apakah kita mau kembali ke zaman jahiliyah?

Banyak dari etnis cina yang menjadi muslim taat dan shalih, bahkan bisa jadi jauh lebih baik dari kita. Apakah kita lupa dengan mereka?

Maka jangan ikut-ikutan mencela mereka.

Jangan juga memusuhi dan menghukumi mereka.

Islam tidak mengajarkan ta’asshub atau ashobiyah (fanatisme golongan). Etnis atau suku yang ada pada mereka bukanlah pilihan mereka, tapi pemberian dari Allah. Adapun kekufuran jika ada pada mereka, maka itu adalah pilihan mereka.

Allah azza wa jalla berfirman :

يَآأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لتعارفوا

” Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal…” (QS. Al-Hujuraat: 13)

عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما قال: كُنَّا فِى غَزَاةٍ فَكَسَعَ رَجُلٌ مِنَ اْلمـُهَاجِرِيْنَ رَجُلًا مِنَ اْلأَنْصَارِ فَقَالَ اَلأَنْصَارِيُّ: يَا لَلْأَنْصَارَ وَ قَالَ اْلمـُهَاجِرِيُّ: يَا لَلْمـُهَاجِرِيْنَ فَسَمِعَ ذَاكَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم: مَا بَالُ دَعْوَى اْلجَاهِلِيَّةِ؟ قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ كَسَعَ رَجُلٌ مِنَ اْلمـُهَاجِرِيْنَ رَجُلًا مِنَ اْلأَنْصَارِ فَقَالَ: دَعُوْهَا فَإِنَّهَا مُنْتِنَةٌ

” Dari Jabir radliyallahu anhuma berkata, kami pernah berada dalam suatu peperangan (yaitu Bani al-Mushthaliq), lalu seseorang dari golongan Muhajirin melukai seorang dari golongan Anshor. Orang Anshor berkata, “Wahai orang-orang Anshor”. Dan golongan Muhajirin berkata, “Wahai orang-orang Muhajirin”. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mendengar perkataan itu lalu bersabda, “Apakah dengan seruan-seruan Jahiliyyah (kalian menyeru)?, (padahal aku masih berada di tengah-tengah kalian)”. Mereka berkata, “Wahai Rosulullah, seorang dari golongan Muhajirin melukai seseorang dari golongan Anshor”. Lalu Beliau bersabda, “Tinggalkanlah ia (yaitu fanatisme golongan, pent), karena sesungguhnya ia busuk baunya’. (HR al-Bukhori Muslim)

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menegur para shahabat Muhajirin dan Anshor radhiyallahu anhum karena mereka saling memanggil dengan seruan-seruan jahiliyah. Yaitu ucapan ‘Wahai orang – orang Anshor’ dan ‘Wahai orang – orang Muhajirin’.

Persoalannya bukan pada lafadz Muhajirin dan Anshar, karena kedua lafadz tersebut adalah lafadz yang syar’i. Tapi persoalannya pada maksud dari seruan-seruan tersebut diucapkan, dimana ada unsur kebanggaan pada golongan sendiri dan sikap merendahkan golongan yang lain.

Jika dua kelompok paling mulia ini saja dilarang untuk saling membanggakan kelompoknya masing-masing maka bagaimana dengan kelompok atau golongan yang lainnya.?

Rasulullah memerintahkan kedua kelompok mulia itu untuk meninggalkan budaya tersebut karena termasuk kebiasaan jahiliyah, dan beliau menyebutnya dengan sesuatu yang baunya *BUSUK.*

Semoga kita semua bisa bersikap adil, dan dijauhkan dari sifat2 jahiliyah yaitu fanatisme golongan.

وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

” Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”
(QS: Almaidah: 8)

Baarakallahu fiikum

LEAVE A REPLY