Khutbah Nabawi : Jauhilah Kemaksiatan dan Perbuatan Dosa

0
62

خطبة الجمعة من المسجد النبوي 21 جمادى الثانية 1439 ه
الخطيب الشيخ د. عبد الله بن عبد الرحمن البعيجان

Khotbah Jumat, Masjid Nabawi, 21Jumadil Akhir 1439 H

Khotib : Syekh Dr Abdullah bin Abdurahman Al-Buaijan

“Jauhilah Kemaksiatan dan Perbuatan Dosa”

Khotbah Pertama

Segala puji bagi Allah, kami memujiNya dan memohon pertolonganNya. Kami berlindung kepadaNya dari keburukan diri kami dan kejahatan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk tidak akan ada yang dapat menyesatkan, dan barangsiapa yang Allah sesatkan tidak akan ada yang dapat memberinya petunjuk.

Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya.

Akupun bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hambaNya dan rasulNya. Allah mengutusnya sebagai rahmat bagi semesta alam. Lantaran beliau, Allah melapangkan dada, menyinari akal pikiran, membuka pengelihatan yang rabu, pendengaran yang pekak dan hati yang tertutup.

Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah sebanyak-banyaknya kepadanya beserta seluruh keluarga dan sahabatnya hingga hari kemudian.

Selanjutnya :
Mentaati Allah identik dengan tunduk dan mengikutiNya. Sedangkan mendurhakaiNya adalah melanggar dan melakukan perbuatan bid’ah. Seburuk-buruk urusan ibadah adalah perbuatan bid’ah yang diada-adakan serta kemaksiatan dan kemungkaran. Dan yang paling parah diantaranya adalah bahaya syahwat dan syubhat.

Maka marilah kita bertakwa kepada Allah dengan mamatuhi perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Allah berfirman yang artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sesungguhnya, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan islam”.

Hamba Allah

Allah menciptakan manusia, memberinya akal pikiran dan lisan, membebankan kepadanya hukum syariat dan mengajarinya pemahaman, mengutus para rasul dengan bukti nyata dan menurunkan kepada mereka kitab dan neraca/timbangan. Allah menetapkan mati dan hidup untuk menguji kalian, siapa diantara kalian yang paling baik amal perbuatannya.

Allah menciptakan manusia agar mereka mentaatiNya untuk meraih ridhaNya. Allah melarang manusia mendurhakai-Nya karena dapat mendatangkan murkaNya.

“Siapa yang melakukan kebaikan seberat zarah akan melihatnya, dan siapa melakukan keburukan seberat zarah pun akan melihatnya”.

Dunia ini Allah jadikan sebagai negeri beramal dan ujian, Allah takdirkan dunia ini fana, sedangkan akhirat negeri penghitungan amal dan pembalasan, maka akhirat bersifat kekal abadi.

“Barangsiapa yang beramal saleh, maka kebaikannya untuk dirinya, dan barangsiapa berbuat keburukan, maka bahayanya terhadap dirinya pula”.

Allah telah menyediakan bagi orang-orang yang bertakwa surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; di sana terdapat suatu kenikmatan yang belum pernah terlihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas dalam hati.
Sedangkan bagi orang-orang kafir, Allah telah menyiapkan bagi mereka neraka Jahanam yang tidak membiarkan dan tidak meninggalkan, membakar kulit manusia, mereka kekal di dalamnya berabad-abad, mereka tidak merasakan kesejukan dan minuman, selain air sangat panas dan nanah, sebagai pembalasan yang setimpal.

“Setiap yang bernyawa akan menrasakan kematian. Sesungguhnya kalian akan mendapatkan pahala penuh pada hari kiamat, maka barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan surga, sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia ini tidak lain kecuali kesenangan yang menipu”.

Hamba Allah

Manusia senantiasa diuji dengan syahwat dan syubhat; maka terpaculah ia ke dalam kelezatan dan kenyamanan hidup, diuji dengan berbagai kemaksiatan dan perbuatan dosa.

Manusia dikuasai oleh musuhnya dan lawannya; setan menjadi kawan dekatnya sekaligus musuh bebuyutannya, nafsu selalu mengajaknya berbuat keburukan selama ia bersemayam dalam tubuhnya, dan organ-organ tubuhnya pun menjadi lawan yang akan menjadi saksi. Setan bersumpah dengan mengatakan :

“Demi kemuliaanMu, sungguh aku benar-benar akan menyesatkan mereka (manusia) seluruhnya, kecuali hamba-hambaMu di antara mereka yang berhati ikhlas”

Allah mengabarkan kepada kita tentang nafsu manusia dalam firmanNya:

“Sesungguhnya hawa nafsu selalu mengajak kepada keburukan”.

Tentang organ-organ tubuh, Allah berfirman :

“Pada hari lidah-lidah mereka menjadi saksi atas mereka, juga tangan-tangan dan kaki-kaki mereka terhadap apa yang pernah mereka lakukan”.

“Mereka berkata kepada kulit-kulit mereka, mengapakah kalian menjadi saksi atas kami ? mereka menjawab : “Telah menjadikan kami bisa berbicara, Allah yang menjadikan segala sesuatu bisa berbicara. Dialah yang menciptakan kalian pertama kali dan kepadaNya kalian dikembalikan. Kalian tidak bisa bersembunyi dari kesaksian pendengaran kalian, pengelihatan kalian dan kulit kalian, tetapi kalian menyangka bahwa Allah tidak mengetahui banyak diantara perbuatan kalian”

Setan menghasut seseorang berbuat kemaksiatan dan dosa yang membinasakan, nafsu pun mendorongnya melakukan kesalahan dan kemungkaran, sedangkan anggota tubuh menjadi saksi kunci. Maka orang yang cerdas adalah yang mampu mengendalikan nafsu agar tidak terjerumus kedalam dosa.

Perbuatan dosa dan maksiat sangat membahayakan dan merusak, karena mengundang kemarahan, kemurkaan dan hukuman Allah serta menurunkan azab dan bencana dari-Nya.

“Betapa banyak penduduk negeri yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan rasul-rasul-Nya, maka Kami hisab mereka dengan hisab yang keras, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan. Maka mereka merasakan akibat buruk dari perbuatan mereka, dan akibat perbuatan mereka adalah kerugian yang besar. Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras. Maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang berakal”

Apapun yang menimpa kaum muslimin berupa musibah, penderitaan, bencana, mahalnya harga barang, dominasi musuh, kekeringan di bumi, kurangnya air hujan, mewabahnya penyakit dan gangguan kesehatan, hanyalah terjadi akibat pengaruh buruk kemaksiatan, kesalahan, kemungkaran dan dosa mereka.

Allah membuat perumpamaan bagi orang yang ingin memahami hikmahnya, dan memperlihatkan ayat-ayatNya secara silih berganti, maka adakah orang yang mengambil pelajaran ? Allah menjelaskan bahwa dosa dan maksiat adalah penyebab utama hilangnya nikmat dan turunnya bencana.

“Allah membuat perumpamaan sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi penduduknya mengingkari nikmat-nikmat Allah; maka Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang mereka perbuat”.

Alangkah hinanya manusia di sisi Allah ketika mereka melalaikan perintahNya. Alangkah hinanya manusia di sisi Allah ketika mereka melalaikan perintahNya.

Hamba Allah:

Bahaya kemaksiatan sungguh besar, resiko dan petaka yang ditimbulkan sangat mengerikan jika telah membudaya dan dilakukan masyarakat secara blak-blakan dan terbuka seakan-akan mereka menantang Allah. Padahal setiap umat Muhammad shallallahu alaihi wa sallam akan dimaafkan kecuali orang-orang yang bermaksiat dengan terang-terangan. Allah tidak akan membinasakan suatu masyarakat sehingga mereka sendiri telah terbukti bersalah.

Hamba Allah:

Berbuat maksiat secara terang-terangan adalah pelecehan terhadap hak Allah, tanda kurangnya rasa takut kepada Allah, bentuk keras kepala terhadap orang-orang mukmin, akan memperbanyak jumlah pelaku maksiat, menularkan efek buruk kemaksiatan kepada orang lain, menghasut dan memprovokasi mereka berbuat maksiat, menyebabkan orang yang tidak ikut-ikutan terkena dosa. Maka barangsiapa yang telah terjerat kemaksiatan, hendaklah menutupi perbuatannya dan hendaklah segera bertobat secara sungguh-sungguh.

Kaum muslimin:

Terus menerus melakukan dosa, hanyut dalam kemaksiatan, tenggelam dalam keburukan dengan bersukaria dan percaya diri, serta merasa aman dari azab Allah dan menganggap kecil kesalahan, merupakan indikasi kelalaian dan akan datangnya murka Allah, serta penyebab kemalangan dan kehancuran seseorang.

Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Jauhilah dosa-dosa kecil, sebab jika telah menumpuk pada diri seseorang,maka akan membinasakannya”

Rasululullah shallallahu alaihi wa sallam mengumpamakan dosa-dosa kecil itu bagaikan gambaran sekelompok orang yang singgah di suatu tanah lapang, lalu diantara mereka ada tukang masak yang hendak membuat makanan; maka ada yang pergi lalu datang membawa setangkai kayu, dan lainnya pun pergi dan datang membawa setangkai kayu, hingga mereka menumpuk seonggok kayu bakar, lalu mereka menyalakan api dan berhasil memasak apa yang mereka taruh di atas api itu”. HR.Ahmad.

Urusan orang yang berbuat dosa tersebut akan menjadi serius pada hari kiamat ketika dirinya telah menyaksikan kesalahan dan dosa-dosa kecil itu telah dihitung, ternyata berkembang menjadi besar sehingga terkejutlah ia dan berkata :

“Aduh celakalah kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan perbuatan kecil dan besar, melainkan ia mencatatnya semua. Dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan tertulis. Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang-pun”

=== 00 ===

Khotbah Kedua

Segala puji bagi Allah yang Maha mengampuni dosa, menutupi aib, menghilangkan kesulitan, membentangkan tanganNya di malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat kesalahan di siang hari, dan membentangkan tanganNya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat kesalahan di malam hari.

Bertakwalah kepada Allah. Jauhilah perbuatan dosa, janganlah engkau meremehkannya, kurangilah berbuat dosa. Sesungguhnya kondisi terbaik kalian menghadap kepada Allah adalah dengan sedikit membawa dosa.

Kaum muslimin:

Resiko kemaksiatan sungguh besar dan mengerikan, efek buruknya dan bencana yang ditimbulkannya demikian menyeramkan dan menakutkan apabila telah membudaya dan dilegalkan oleh masyarakat sehingga tidak ada lagi kegiatan kontrol sosial (amar makruf nahi mungkar).

“Terkutuklah orang-orang kafir dari Bani Israel melalui lisan Daud dan Isa putera Maryam. Demikian itu disebabkan mereka maksiat dan melampaui batas. Mereka tidak saling melarang perbuatan mungkar yang mereka perbuat. Sungguh amat buruk apa yang mereka perbuat itu”.

Abu Bakar radhiyallahu anhu meriwayatkan, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Apabila masyarakat telah melihat kemungkaran lalu tidak mau merubahnya, maka dikhawatirkan Allah segera meratakan siksa kepada mereka”.

Hamba Allah:

Beramar makruf dan nahi mungkar merupakan karakter umat Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Dengan itu mereka aman dari bencana dan terlindung dari tipu muslihat musuh dan ulah orang-orang pandir. Allah memerintahkan dan menganjurkan kita agar menjalankannya.

“Hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. merekalah orang-orang yang beruntung”.

Wahai umat Muhammad:

Lakukanlah amar makruf dan nahi mungkar. “Barangsiapa diantara kalian melihat kemungkaran, hendaklah merubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika itupun tidak mampu, maka dengan hatinya. Itulah iman yang paling lemah”.

Hamba Allah:

Kalian akan mempertanggung-jawabkan keluarga kalian dan rakyat kalian. Maka takutlah kepada Allah dalam menjaga istri kalian dan anak-anak kalian. Ajarkanlah kepada mereka hukum Allah. Hindarkanlah mereka dari larangan-larangan Allah. Didiklah mereka dengan norma-norma dan keluhuran budi.

Kalian akan ditanya tentang mereka kelak di hadapan Allah, sedangkan mereka menjadi saksi atas tindakan kalian. Kesaksian mereka akan dicatat dan mereka pun akan ditanya pada hari dimana seorang yang berdosa berandai-andai kalau dirinya bisa menebus siksa pada hari itu dengan anak-anaknya, istrinya, saudaranya, kaum familinya yang melindunginya serta seluruh manusia di atas bumi lalu menyelamatkan dirinya. Karena itu, jagalah rakyat kalian.

“Janganlah kalian mengkhianati Allah dan rasul, janganlah pula kalian mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepada kalian, sedang kalian mengetahui. Ketahuilah bahwa harta kalian dan anak-anak kalian hanyalah sebagai cobaan, dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar”.

Tidak ada seorang pemimpin yang diamanati oleh Allah mengurus rakyat, lalu dirinya menipu mereka, melainkan Allah mengharamkan surga baginya.

Barangsiapa serius mendidik anggota keluarganya dan menerapkan hukum Allah pada mereka serta menanamkan keimanan dalam jiwa mereka, maka baginya pahala setara dengan pahala amal kebaikan mereka, tidak berkurang sedikitpun.

Disebutkan dalam hadis shahih bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Jika anak Adam meninggal, maka putuslah amalnya kecuali tiga hal; salah satunya adalah anak shaleh yang mendoakan baginya”.

Kaum muslimin:

Ekspansi westernisasi kini telah menyerbu rumah-rumah. Peralatan dan media komunikasi telah menghancurkan nilai-nilai dan merusak budi pekerti. Apa yang kemarin dianggap mungkar, hari ini telah menjadi sesuatu yang baik. Dan yang kemarin dianggap baik, hari ini telah dikategorikan ketinggalan zaman, terasing dan primitif.

Abu Mas’ud Al-Anshari pernah menemui Hudzaifah radhiyallahu anhu seraya berkata :

“Bekalilah kami wahai Abu Abdillah”. Hudzaifah menjawab : “Bukankah kamu telah yakin”. Dia berkata : “Benar, demi kemuliaan Tuhanku”. Hudzaifah berkata : “Ketahuilah bahwa kesesatan yang sesungguhnya ialah ketika Anda hari ini menganggap baik apa yang sebelumnya Anda anggap mungkar. Dan ketika Anda hari ini menganggap mungkar apa yang sebelumnya Anda anggap baik. Janganlah Anda bersikap plin-plan, ingatlah agama Allah adalah tetap satu”.

Berpeganglah wahai hamba Allah kepada sunnah. Waspadalah terhadap urusan ibadah yang diada-adakan. Sebab setiap ibadah yang diada-adakan adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan adalah di neraka.

Ya Allah, perlihatkanlah kebenaran kepada kami sebagai kebenaran dan permudahlah kami mengikutinya. Perlihatkanlah kebatilan kepada kami sebagai kebatilan dan berilah kami kemampuan menjauhinya.

Ya Allah, Jadikanlah keimanan sesuatu yang kami cintai, Perindahlah ia di hati kami. Jadikanlah kekafiran, kefasikan dan kemaksiatan sesuatu yang kami benci. Jadikanlah kami orang-orang yang mengikuti jalan kebenaran.

Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin, tolonglah hamba-hambaMu yang saleh, jadikanlah Ya Allah negeri ini aman, tenteram bersama seluruh negeri kaum muslimin.

Ya Allah, rangkullah kaum yang lemah di Ghutha Syria. Ya Allah, lindungilah darah mereka, tutuplah aurat mereka, berilah mereka rasa aman dari ketakutan.

Ya Allah, gantilah rasa takut mereka dengan rasa aman, rubahlah ketidak berdayaan mereka menjadi kemenangan.

Ya Allah, Sungguh mereka teraniaya, maka belalah mereka. Ya Allah, tolonglah mereka menghadapi kaum yang menyerang mereka wahai Tuhan yang Maha Kuat dan Maha Perkasa.

=== Penutup ===

  • Artikel ini diposting oleh Website Seindah Sunnah
  • Mohon menyebutkan link dari kami jika antum mengutip dari kami
Segera daftarkan nomer antum untuk mendapatkan Broadcast Dakwah WhatsApp Seindah Sunnah, klik ini
  • Kurma Ajwa Nabi Asli Madinah Grosir dan Eceran klik ini
Dukung Seindah Sunnah dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • IKLAN di Website ini hubungi WhatsApp berikut : +62 853 2525 8908
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0454-730-654 a.n. Musa Jundana
  • Mohon untuk konfirmasi donasi ke WhatsApp berikut : +62 853 2525 8908

LEAVE A REPLY