Keutamaan Ilmu dan Nasehat Untuk Para Pendidik dan Pelajar

0
47

خطبة الجمعة من المسجد النبوي 9جمادى الأولى 1439 ه
الخطيب الشيخ د. عبد الله بن عبد الرحمن البعيجان

Khotbah Jumat, Masjid Nabawi, 09 Jumadal-Ula 1439 H
Khotib : Syekh Dr.Abdullah bin Abdurahman Al-Buaijan.

“Keutamaan Ilmu dan nasehat untuk para pendidik dan pelajar”

Khotbah Pertama

Segala puji bagi Allah. Segala puji bagi Allah yang mengajar dengan pena; mengajar manusia apa yang mereka tidak ketahui. Aku memujiNya atas karuniaNya dan nikmatNya. Aku bersyukur kepadaNya atas augerahNya dan kemurahanNya.

Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Akupun bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah penutup para nabi dan rasul. Allah memilihnya di atas seluruh umat manusia; mengutusnya sebagai rahmat bagi alam semesta; mencakup bangsa Arab dan non Arab. beliau menyampaikan misi kerasulan, menunaikan amanat, menasihati umat, berjihad dengan sebaik-baiknya sampai ajal menjemputnya.

Semoga Allah mencurahkan shalawat kepadanya beserta seluruh keluarga, sahabat dan siapapun yang mengikuti mereka hingga hari kemudian.

Selanjutnya : Al-Qur’an merupakan sebaik-baik perkataan dan ucapan. Agama yang diterima di sisi Allah adalah Islam. Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ. [ لقمان/33 ]

“Wahai umat manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian. Takutlah akan suatu hari yang tidak seorang-pun ayah yang mampu menolong anaknya, dan tidak seorang-pun anak yang mampu menolong ayahnya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah benar, maka janganlah sekali-kali kalian terpedaya oleh kehidupan dunia dan janganlah sekali-kali kalian terpedaya oleh setan yang memperdayakan”. Qs.Luqman:33

Hamba Allah:
Allah memilih manusia sebagai khalifah di bumi; ia dibekali dengan ilmu sebagai poros penugasan dan pemuliaan dirinya, ia dianugrahi akal sebagai dasar perintah dan beramal. Firman Allah:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لا تَعْلَمُونَ .[ البقرة/ 30]

“Ketika Rabbmu berfirman kepada para malaikat, sesungguhnya Aku menjadikan di bumi seorang khalifah. Mereka berkata : Adakah Engkau menjadikan di bumi seorang yang berbuat kerusakan dan menumpahkan darah di atasnya sedangkan kami bertasbih dengan memujiMu dan menyucikan namaMu. Allah berfirman : Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui”. Qs.Al-Baqarah:30

Ketika Allah menjelaskan tentang ilmu sebagai poros utama bagi keunggulan kedudukan manusia, Allah berfirman :

وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ ، قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ ، قَالَ يَا آدَمُ أَنْبِئْهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ فَلَمَّا أَنْبَأَهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ . [البقرة/31-33]

“Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama seluruhnya, kemudian nama-nama itu disodorkan kepada para malaikat lalu Allah berfirman : Beritahukanlah kepadaKu tentang nama-nama mereka ini jika memang kalian benar. Mereka menjawab : Maha suci Engkau, tidak ada pengetahuan bagi kami kecuali apa yang telah Engkau ajarkan kepada Kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mengetahui dan Maha bijaksana. Allah berfirman : Hai Adam beritahukanlah kepada mereka nama-nama ini; maka ketika ia (Adam) memberitahukan kepada mereka tentang nama-nama itu, Allah pun berfirman : Bukankah telah Aku katakan kepada kalian bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi,dan Aku mengetahui apapun yang kalian perlihatkan dan yang kalian sembunyikan”. Qs.Al-Baqarah:31-33

Allah melebihkan manusia di atas banyak makhluk lainnya lantaran nikmat ilmu dan akal. Hal itulah yang membawa konsekuensi penugasan dan tanggung jawab kekhalifahan.

Kaum muslimin sekalian:

Ilmu merupakan batu pertama sekaligus sarana bagi seseorang untuk mengenal agamanya, di samping menjadi jembatan untuk mentaati Tuhannya.

Pertama kali perintah yang disampaikan oleh Malaikat Jibril dari Allah kepada Nabi Muhammad shallallahualaihiwasallam adalah perintah belajar yang tercantum pada ayat Al-Qur’an yang pertama, yaitu ‘Iqra’ (bacalah).

Aisyah radhiyallahu anha menceritakan : pertama kali turunnya wahyu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bermimpi dalam tidurnya. Tidaklah beliau melihat dalam suatu mimpi melainkan menjadi kenyataan seperti fajar pagi. Setelah itu beliau suka menyendiri bertafakur. Gua hira menjadi pilihan beliau untuk bertafakur selama beberapa malam sebelum kemudian pulang mengambil bekal ke istrinya, sampai akhirnya datang kebenaran yang dibawa oleh Malaikat Jibril saat nabi di dalam Gua Hira.

Jibril datang dan mengakatan : “Bacalah”. Nabi menjawab :”Aku tidak bisa membaca”. Nabi menceritakan : “Lalu ia (Jibril) menarik aku dan mendekap badanku hingga aku letih. Lalu melepaskan aku dan berkata, “Bacalah”, aku menjawab, “Aku tidak bisa membaca”. Nabi menceritakan, “Lalu ia (Jibril) menarik aku dan mendekap badanku kedua kalinya hingga aku letih. Lalu melepaskan aku dan berkata, “Bacalah”, aku menjawab, “Aku tidak bisa membaca”. Lalu ia (Jibril) menarik aku dan mendekap badanku ketiga kalinya hingga aku letih. Lalu melepaskan badanku dan mengatakan :

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ، خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ ، اقْرَأْ وَرَبُّكَ الأكْرَمُ ، الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ، عَلَّمَ الإنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ . [ العلق/ 1-5 ]

“Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan, menciptakan manusia dari segumpal daging. Bacalah dan Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar dengan pena, yang mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya”. Qs.Al-Alaq:1-5

Hamba Allah : Al-Qur’an memotivasi manusia untuk belajar. Allah tidak memerintah nabiNya untuk memohon sesuatu kecuali tambahan ilmu. Allah berfirman :

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا. [ طه/ 114]

“Dan katakanlah, Ya Tuhanku, berilah aku tambahan ilmu”. ( Qs.Thaha:114 )

Allah menyanjung orang-orang yang menyandang ilmu sebagaimana firmanNya :

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ . [فاطر/28]

“Hanyalah yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya adalah orang-orang berilmu”. Qs.Fathir:28

Allah menggandengkan para ulama dengan diriNya dan para malaikatNya dalam memberikan kesaksian atas keesaanNya. Firman Allah :

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ . [آل عمران/18]

“Allah bersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, begitu pula para malaikat dan orang-orang yang berilmu penegak keadilan. Tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Dia yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana”. Qs.Ali Imran:18

Allah pun menyebut kedudukan para ulama dalam firmanNya:

هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ . [ الزمر/9]

“Apakah sama orang-orang yang berilmu dan orang-orang yang tidak berilmu”. Qs.Az-Zumar:9

Allah juga memerintahkan kita untuk bertanya kepada orang-orang berilmu :

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ . [الإنبياء/7]

“Maka bertanyalah kepada orang-orang yang ahli jika kalian tidak mengetahui”. Qs.Al-Anbiya:7

Rasulullah shallallahu alihi wa sallam mendorong kita mencari ilmu. Beliau menjelaskan, ilmu merupakan pertanda kebaikan, sebagaimana sabdanya :

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ . رواه البخاري ومسلم

“Barangsiapa Allah kehendaki baginya suatu kebaikan, maka Dia memberinya pemahaman tentang agama”. HR.Bukhari dan Muslim
Sabda nabi :

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ . رواه مسلم

“Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan baginya suatu jalan menuju surga”. HR.Muslim.

Oleh karena itu, alokasikan sebagian waktu Anda untuk mencari ilmu. Doronglah anak-anak Anda agar rajin dan sungguh-sungguh mencari dan meraih ilmu.

Ilmu adalah sarana pendidikan paling efektif, paling meyakinkan dalam penyucian jiwa, paling aman dari fitnah, paling tegar dalam cobaan, paling bisa menghibur hati yang lara, paling tinggi nilai keabaikannya, paling tepat untuk bertakarub kepada Allah dan paling bisa mengangkat derajat.

Kaum muslimin sekalian:
Barangsiapa Allah kehendaki suatu kebaikan baginya, maka Dia memberinya pemahaman tentang agama. Orang pilihan diantara kalian di zaman Jahiliyah adalah orang pilihan diantara kalian dalam Islam jika mereka memahami agama. Ulama adalah pewaris para nabi.
bergumul dengan ilmu bagian dari amal yang kekal kebaikannya, sedekah yang mengalir di alam kubur dan pahala yang berkesinambungan sesudah mati.

Abu Hurairah radhiyallahu anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ. رواه مسلم

“Jika manusia meninggal dunia terputuslah amalnya kecuali tiga; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang mendoakannya”. HR.Muslim.

Namun demikian perlu kesabaran dalam menuntut ilmu, perlu waktu, tenaga, keuletan dan pengorbanan. Sebab terukur dengan jerih payah suatu cita-cita tercapai.
Penuntut ilmu perlu mengikhlaskan niat, mengencangkan semangat, menyucikan jiwa dan melepaskan diri dari segala rintangan dan hambatan. Sebab tidak akan sukses orang yang banyak tidur.

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ . [التوبة/122]

“Tidak wajib bagi orang-orang beriman untuk pergi semuanya ke medan perang. Seyogianya dari setiap golongan ada satu kelompok yang pergi untuk memperdalam ilmu agama agar mereka memberi peringatan kepada kaum mereka apabila telah kembali, supaya mereka dapat menjaga diri”. Qs.At-Taubah:122

Penuntut ilmu perlu mengikuti etika agama yang mengatur cara menuntut ilmu sehingga menjadi teladan dan contoh yang baik dan cakap untuk mengemban misi keilmuan serta menjadi figur piawai diantara umat ini.
Dalam hadis shahih disebutkan, nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

يَحْمِلُ هَذَا الْعِلْمَ مِنْ كُلِّ خَلْفٍ عُدُولُهُ , يَنْفُونَ عَنْهُ تَحْرِيفَ الْغَالِينَ , وَانْتِحَالَ الْمُبْطِلِينَ , وَتَأْوِيلَ الْجَاهِلِينَ .

“Ilmu ini pada setiap generasi diemban oleh orang-orang yang adil; mereka menangkis penyimpangan ilmu oleh orang-orang ekstrem, penjiplakan oleh para pemalsu dan takwil orang-orang bodoh”.

Selanjutnya wahai hamba Allah:
Ilmu yang bermanfaat seluruhnya dibenarkan; baik yang bersumber dari Qur’an dan Sunah, seperti ilmu agama, yaitu akidah, tafsir, hadis, fikih dan seterusnya, maupun ilmu hasil percobaan dan pengamatan alam raya dan kehidupan, yaitu ilmu kedokteran, fisika, teknik dan seterusnya.

Orang yang dengan tulus ikhlas menuntut ilmu-ilmu tersebut, diharapkan tercakup dalam sabda nabi shallallahu alaihi wa sallam di atas.

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ . رواه مسلم

“Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan baginya suatu jalan menuju surga”. HR.Muslim.

===00===

Khotbah Kedua
Segala puji bagi Allah, pujian yang sesuai dengan keagunganNya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya dalam keagunganNya dan kesempurnaanNya. Aku pun bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hambaNya dan rasulNya. Semoga shalawat dan salam tercurah sebanyak-banyaknya kepadanya beserta seluruh keluarga dan sahabatnya hingga hari kemudian.
Hamba Allah :
Ilmu mempunya wadah-wadah yang menjaganya, pelindung-pelindung yang memeliharanya, para pakar yang mengembannya dan para tokoh ulama yang melayaninya.
Ilmu dari generasi ke generasi berpindah melalui mereka dan tersebar luas di persada bumi berkat usaha keras mereka.
Wahai masyarakat:
Seorang pendidik adalah penerus para nabi dan ulama dalam menjalankan proses pendidikan dan pengajaran, selalu melayani umat dalam mencetak generasi masa depan, menanamkan bibit-bibit kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat dalam jiwa generasi manusia.

Maka seorang pendidik patut dihormati dan dihargai, pantas dimuliakan dan dipuji. Karena itu maafkanlah kekhilafan mereka, dan abaikanlah kesalahan mereka.

Waha para guru dan pendidik pria dan wanita:
Jadilah teladan yang baik. Berhiaslah dengan ilmu dan etikanya. Kalian adalah orang-orang yang disegani oleh anak didik kalian. Para siswa merasa senang bisa meniru dan meneladani kalian. Maka jadilah teladan yang baik bagi mereka.
Ketika mengajarkan kejujuran kepada mereka, jadilah kalian orang-orang yang jujur. Ketika memerintah mereka bersabar, jadilah kalian manusia yang bersabar.

Mulailah dari diri Anda. Sudahilah perilaku yang menyimpang *** Jika diri Anda telah menyudahinya, sungguh Anda benar-benar arif.

Saat itulah ucapan Anda diterima, ilmu Anda *** menjadi teladan, dan pengajaran Anda bermanfaat.

Janganlah Anda melarang berperilaku yang Anda sendiri melakukannya *** amat tercela Anda melarang sesuatu sedangkan Anda juga melakukannya.

Para pendidik:
Tanggung jawab kalian cukup besar dan amanat yang kalian pikul cukup berat. Putra-putri generasi ini merupakan amanat yang kalian pertanggung jawabkan. Titipan umat ini ada di tangan kalian. Masa depan umat ini dipertaruhkan pada pundak kalian.

Jagalah baik-baik orang-orang asuhan kalian .. Jagalah baik-baik orang-orang asuhan kalian. [ Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan diminta pertanggung jawaban atas yang dipimpin ].

Jika kalian berbuat baik, maka kalian berbuat baik kepada diri sendiri. Mereka berprasangka baik kepada kalian. Dengan begitu pahala kalian di sisi Allah cukup besar. Namun jika kalian berbuat buruk, maka akibat buruknya menimpa diri kalian dan bangsa kalian.
Wahai para pelajar pilihan, para putra pengajar yang budiman:
Dengarkanlah baik-baik, perhatikanlah dengan seksama. Nasihat ini khusus untuk kalian dari seorang yang hatinya iba melihat kalian karena cintanya kepada kalian.
Menghormati dan menghargai guru adalah etika beragama dan kewajiban moral serta pertanda keberhasilan akademik dan pendidikan.
Kisah perjalanan Nabiyullah Musa dan Khidir alaihimassalam menjadi pelajaran, hikmah dan peringatan. Firman Allah :

هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَى أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا . [الكهف/66]

“Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”. Qs.Al-Kahf:66
Pertanyaan itu dijawab sang guru :

إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا ، وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلَى مَا لَمْ تُحِطْ بِهِ خُبْرًا . [ الكهف/67-68]

“Sesungguhnya kamu tidak akan sanggup sabar bersamaku. Bagaimana kamu bisa bersabar terhadap sesuatu yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?”. Qs.Al-Kahf:67-68

Maka Musa pun menenangkannya bahwa dirinya mengetahui hak seorang guru dan keharusan menderita dalam belajar ilmu.

قَالَ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ صَابِرًا وَلَا أَعْصِي لَكَ أَمْرًا. [الكهف/69]

“Musa berkata: “Insya Allah engkau akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apapun”. Qs.Al-Kahf: 69

Jasa baik seorang pengajar cukup besar, pengorbanan, dedikasi dan pengabdiannya merupakan hak yang tidak dapat dibayar kecuali dengan jasa baik pula.
Oleh karena itu, janganlah kalian bersikap tidak sopan terhadap guru pengajar. Sebab sikap demikian itu mencerminkan kegagalan pendidikan, pembangkangan moral dan kekacauan perilaku yang tidak dapat ditolerir kecuali oleh orang yang rendah budi.

Kalian bisa bercermin pada orang-orang saleh masa lalu. Ar-Rabi’ murid dari Imam Syafii rahimahumallah bercerita :

“مَا اجْتَرَأْتُ أَنْ أَشْرَبَ الْمَاءَ وَالشَّافِعِيُّ يَنْظُرُ إلَيَّ هَيْبَةً لَهُ”

“Aku tidak berani meneguk air sementara Imam Syafii melihat aku karena perasaan segan kepadanya”.

Maka, hormatilah guru kalian. Ketahuilah setiap orang yang bermartabat haruslah ditempatkan sebagaimana lazimnya. Karena itu, berikanlah hak kepada setiap yang berhak. Semoga Allah membimbing kalian dan menjadikan kalian berdaya-guna, mengaruniai kalian ilmu bermanfaat dan amal saleh.

Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin ..

=== Doa Penutup ===

  • Artikel ini diposting oleh Website Seindah Sunnah
  • Mohon menyebutkan link dari kami jika antum mengutip dari kami
Segera daftarkan nomer antum untuk mendapatkan Broadcast Dakwah WhatsApp Seindah Sunnah, klik ini
  • Kurma Ajwa Nabi Asli Madinah Grosir dan Eceran klik ini
Dukung Seindah Sunnah dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • IKLAN di Website ini hubungi WhatsApp berikut : +62 853 2525 8908
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0454-730-654 a.n. Musa Jundana
  • Mohon untuk konfirmasi donasi ke WhatsApp berikut : +62 853 2525 8908

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.