Muridmu Sedang Merengat Keringat Memerah Darah!

0
58

Muridmu Sedang Merengat Keringat Memerah Darah!

Ditulis oleh Ustadz Hasan Al Jaizy

Janganlah Anda menjadi orang terdepan bicara saat situasi masyarakat masih aman, namun ketika keadaan sudah memanas, tetibanya Anda tak terdengar lagi hingga hembusan nafas pun. Sebagian bercokol di luar negeri saat itu, sebagian menjadi hantu.

Ingatlah bahwa boleh jadi jemari kita menanam saham untuk pertumpahan darah.

Kenalilah keadaan sebenarnya. Kita menghunus pedang melalui ketikan. Kita mengambil anak panah di mimbar-mimbar. Tapi yang menjadi korban adalah para pembaca dan hadirin. Yang ‘memperjuangkan’ kilatan pedang dan desingan anak panah Anda adalah para pemuda yang seharusnya lebih fokus belajar dan beramal.

Saat sebagian darah mereka tumpah, Anda boleh tetibanya membisu; sambil masih mencari siapa kambing hitam. Tapi ALLAH TIDAK LALAI.

Allah tidak akan lalai akan kezaliman manusia, berkuasa atau tidak.

Sekalipun seseorang rajin shalatnya bahkan menjadi imam sekalipun, jika kemudian menanam saham pertumpahan darah, maka ingatlah dan ingatlah hadits berikut:

أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ الصَّلَاةُ، وَأَوَّلُ مَا يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ فِي الدِّمَاءِ

“Perkara yang pertama kali dihisab adalah shalat. Sedangkan yang diputuskan pertama kali di antara manusia adalah (yang berkaitan dengan) darah.” [H.R. An-Nasa’i]

Sekiranya saat ini anak Anda berlumuran darah memperjuangkan sesuatu yang dia sendiri tidak memahami dengan baik -bahkan kehidupan pun belum dia mengerti-, maka sudikah menobatkannya sebagai pejuang dan pahlawan ?! Sementara di Akhirat, pertanyaan demi pertanyaan akan menjurus kepada Anda, wahai penanam saham ?!

Bukankah para orator mimbar, baik bersorban, berpeci, berbaju koko dan bersarung itu tidak tampak di medan saat darah tertumpah ?

Bukankah mereka justru hidup lebih tenang, dengan suguhan kopi atau teh istri, atau murid, atau panitia kajian; dan urusan ekonomi ada yang mengamankan ?!

Penulis bukanlah individu yang tidak mengerti posisi bapak-bapak penceramah agama, yang tinggal di kota-kota besar. Penulis sangat mengerti betapa sejuknya tinggal di kota besar yang kian hari kian panas.

Sehingga, disarankan jangan berpura-pura. Disarankan ubah haluan pemikiran. Tenangkan umat dengan jari dan lisanmu. Istighfar. Setiap saham dan investasi ada laba jahatnya. Jika laba bersihnya adalah darah pemuda kita di masa tutup buku, kira-kira jawaban apa yang Anda akan manipulasikan di hadapan Allah Ta’ala kelak?!

Sementara Anda lebih banyak meneliti koran dibandingkan al-Qur’an.

Berpura-puralah, jika sejak lama memang rasa malumu sudah terkubur sebelum jasadmu.

  • Artikel ini diposting oleh Website Seindah Sunnah
  • Mohon menyebutkan link dari kami jika antum mengutip dari kami
Segera daftarkan nomer antum untuk mendapatkan Broadcast Dakwah WhatsApp Seindah Sunnah, klik ini
  • Kurma Ajwa Nabi Asli Madinah Grosir dan Eceran klik ini
Dukung Seindah Sunnah dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • IKLAN di Website ini hubungi WhatsApp berikut : +62 8533 7555 132
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0454-730-654 a.n. Musa Jundana
  • Mohon untuk konfirmasi donasi ke WhatsApp berikut : +62 8533 7555 132

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.