Bagaimana hukum asal sholat di Kuburan ?

0
1102

Di Jawab oleh : Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan bin Al-Fauzan

السؤال:

في بلادنا هناك العديد من المساجد قرب أضرحة وقبور لأولياء صالحين، هل يجوز الصلاة في هذه المساجد؟ وماذا ينبغي لنا فعله؟

Pertanyaan:

Di negeri-negeri kami disana banyak dari masjid-masjid yang berdekatan dengan kuburan dan makam para wali shalihin, apakah diperbolehkan solat di masjid-masjid tersebut ? Dan apakah yang sepantasnya untuk kami lakukan ?

 الجواب:

إذا كانت القبور متصلة بالمساجد فلا يجوز الصلاة في هذه المساجد، لأنها على قبور وقد نهى صلى الله عليه وسلم عن الصلاة عند القبور قال: “أَلاَ فَلاَ تَتَّخِذُوا الْقُبُورَ مَسَاجِدَ فإِنِّي أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ”، ” لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْيَهُودِ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ”

 “أَلاَ فَلاَ تَتَّخِذُوا الْقُبُورَ مَسَاجِدَ فإِنِّي أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ”، “لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْيَهُودِ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ”،

  • فلا يصلى في هذه المساجد لأنها ليست لله، هذه مساجد شرك هذه الأحسن تسمى مشاهد ليست مساجد،
  • أما إذا كانت القبور مفصولة عن المساجد بطريق أو بفضاء وليست متصلة بالمساجد فلا مانع من الصلاة في هذه المساجد لأنها لا محظور فيها.

Jawaban :

Apabila kuburan tersebut menyatu dengan masjid-masjid maka tidak diperbolehkan untuk shalat di masjid-masjid tersebut, karena masjid tersebut berada diatas kuburan, Dan sungguh Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang dari shalat disisi kuburan, Beliau ‘alaihishshalatu wassalam bersabda :

 أَلاَ فَلاَ تَتَّخِذُوا الْقُبُورَ مَسَاجِدَ فإِنِّي أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ, لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْيَهُودِ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ

“Ketahuilah, maka janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai masjid-masjid, maka sungguh aku melarang kalian darinya.”, “Laknat Allah atas orang-orang yahudi dan nasrani yang mana mereka menjadikan kuburan Nabi-nabi mereka sebagai masjid-masjid.”

Maka tidak boleh shalat di masjid-masjid tersebut dikarenakan bukan didirikan untuk Allah, itu adalah masjid-masjid kesyirikan dan lebih baik dinamakan Masyahid (monumen, tempat peringatan dsb) dan bukan Masajid (masjid-masjid) Adapun apabila kuburan tersebut terpisah dari masjid-masjid seperti terpisah dengan jalan atau suatu bangunan serta tidak menyatu dengan masjid maka tidak ada larangan dari shalat di masjid-masjid tersebut karena tidak ada larangan padanya.

Sumber artikel arab : http://www.alfawzan.af.org.sa/node/14663

Artikel Ini Di Posting oleh Website Seindah Sunnah
_______________________
Mohon menyebutkan link dari kami jika antum mengutip dari kami
_______________________
Bagi para pembaca yang Ingin Berdonasi untuk kemajuan dakwah kami

Bisa transfer ke rekening BNI Syariah kantor cabang Surakarta 0454-730-654

Mohon konfirmasi setelahnya ke : Email : [email protected] atau Facebook Seindah Sunnah