Wasiat Rasulullah Untuk Umatnya

0
1397

Wasiat Rasulullah Untuk Umatnya

Agama islam ini merupakan agama nasihat, sebagaimana dalam sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam :

 الدين النصيحة

“ Agama adalah nasihat.” ( HR. Bukhari dan Muslim )

Maka pada edisi kali ini, kami akan membawakan satu hadist yang mana di dalamnya terdapat wasiat yang sangat berharga dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam sebagai pedoman hidup bagi umatnya. Yang mana jika seorang muslim berpegang teguh dengannya maka insya allah akan bahagia hidupnya di dunia maupun di akhirat.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda :

عن أبي نجيح العرباض بن سارية قال: وعظنا رسول الله موعظة وجلت منها القلوب و ذرفت منها العيون فقلنا: يا رسول الله كأنها موعظة مودع فأوصنا ,قال:  أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَىْ اللهِ و السمع و الطاعة و إن تأمر عليكم عبد فإنه من يعش منكم فسيرى اختلافا كثيرا فعليكم بسنتي و سنة الخلفاء الراشدين المهديين عضوا عليها بالنواجذ و إياكم و محدثات الأمور فإن كل بدعة ضلالة 

” Dari sahabat  Abu Najih Al-‘Irbadh bin Sariyah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata : Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam pernah suatu waktu menasehati kami dengan sebuah nasihat yang dapat menggetarkan hati dan mengucurkan air mata, maka kami mengatakan: Wahai Nabi! Seakan-akan nasihat ini adalah nasihat perpisahan. Maka, wasiatkanlah kepada kami. Maka Nabi menjawab: Saya wasiatkan kepada kalian untuk selalu bertakwa kepada Allah dan mendengar dan patuh(kepada pemimpin), walaupun orang yang memimpin kalian seorang budak. Dan sesungguhya orang-orang yang masih hidup diantara kalian setelah peninggalanku maka akan menemukan banyak perselisihan. Maka wajib bagi kalian untuk memegang sunnahku dan sunnah khulafa’ ar-rasyidin yang diberi petunjuk. Gigitlah ia dengan gigi-gigi geraham. Dan jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang baru. Sesungguhnya semua bid’ah itu sesat” ( HR. Abu Dawud dan Tirmidzi )

FAIDAH DARI HADITS

Puluhan faidah yang bisa kita dapatkan dari hadits di atas. Tapi, kita akan membahas 3 faidah penting darinya agar kita bisa mengambil pelajaran dari hadits diatas.

1. BERTAKWA

Satu kata yang sering kita dengar dan kita temui di dalam tulisan – tulisan para ulama. Tapi, apakah arti takwa tersebut? Para ulama menjelaskan arti takwa adalah Membuat perlindungan antara dirinya dengan murka Allah ta’ala . Dengan cara melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Takwa merupakan wasiat yang terpenting dari wasiat-wasiat yang lain, karena takwa adalah sebab kebaikan di dunia dan di akhirat.

Allah ta’ala berfirman :

 يأيها الذين أمنوا اتقوا الله حق تقاته و لا تموتن إلا و أنتم مسلمون 

“ Wahai orang-orang  yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-sebenarnya takwa, dan janganlah kalian meninggal kecuali dalam keadaan muslim.” ( QS. Ali-Imran:102 ) 

Allah ta’ala telah mewasiatkan perkara takwa ini kepada generasi awal dan akhir. Sebagaimana firman Allah ta’ala :

 و لقد وصينا الذين أتوا الكتاب من قبلكم و إياكم أن اتقوا الله 

“ Dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah.” ( QS. An-Nisa’: 131 )  

Taqwa juga berarti : Takut kepada Rabb, mengamalkan perintah – perintah-Nya, merasa cukup dengan apa yang telah ia dapatkan dari rezeki yang telah diberikan kepadanya dan mempersiapkan diri menghadapi Hari Akhir.

2. TAAT KEPADA PEMERINTAH

Mendengar dan menaati pemerintah merupakan aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Mengapa As-Sam’u dijadikan satu dengan At-Ta’at ? Karena, para sahabat memahami bahwa sekedar mendengarkan sebuah perintah syariat tidaklah cukup bagi kita jika kita belum mematuhinya. Juga karena kesesuaian dua kata di atas. Bila kita diperintahkan untuk mematuhi sesuatu, pasti kita harus mendengar sesuatu yang dipatuhi itu terlebih dahulu sebelum kita bisa mematuhinya. 2 hal tersebut ini sangatlah berat. Yang dengan mengerjakannya, akan nampak sebuah sifat pada diri seseorang yang menunjukkan bahwasanya ia termasuk orang-orang yang beriman. Allah ta’ala berfirman :

إنما كان قول المؤمنين إذا دعوا إلى الله و رسوله ليحكم بينهم أن يقولوا سمعنا و أطعنا

“ Sesungguhnya perkataan orang-orang mukmin jika mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya untuk memutuskan perkara mereka, mereka hanya akan mengatakan kami  mendengarnya dan kami menaatinya.” ( An-Nur: 51 )

Akan tetapi, mendengar dan mematuhi pemimpin adalah ketika perintah tersebut sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah, maka wajib bagi kita untuk mematuhi perintah tersebut. Akan tetapi, jika sebaliknya, perintah tersebut mengandung kemaksiatan kepada Allah maka boleh bagi kita untuk tidak mematuhinya. Tetapi, kita dilarang untuk memberontak meskipun pemimpin tersebut dhalim selama mereka masih muslim. Karena memberontak kepada seorang pemimpin hanya akan menimbulkan kerusakan.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah :

 و لعله لا يكاد يُعْرَفُ طائفة خرجت على ذي سلطان إلا و كان في خروجها من الفساد أكثر من الذي في إزالته 

“ Dan hampir tidak diketahui suatu kelompok memberontak atas seorang pemimpin kecuali dalam pemberontakan tersebut ada kerusakan yang lebih banyak daripada menghilangkannya.”

Adapun dalil atas bahwa ketaatan kepada makhluk hanya dalam ketaatan adalah sabda Rasulullah :

لا طاعة لمخلوق في معصية الخالق

“ Tidak ada ketataatan bagi makhluk dalam bermaksiat kepada Sang Pencipta” ( HR. Bukhari )

3. ISTIQOMAH DI ATAS SUNNAH

Inilah kunci kebahagiaan hidup seorang muslim yang mana dengan berpegang teguh diatas sunnah dia bisa selamat dari apa-apa yang tidak diridhoi oleh Allah. Nabi memerintahkan kepada umatnya agar benar-benar berpegang teguh diatas sunnahnya dan sunnah Khulafa’ Ar-rasyidin g sampai-sampai beliau memisalkannya dengan menggigit dengan gigi geraham .

Imam Malik Rahimahullah berkata :

السنة كسفينة نوح من ركبها نحا و من تخلف عنها هلك

“ Sunnah itu bagaikan kapal Nabi Nuh, siapa saja yang menaikinya maka akan selamat dan siapa saja yang tidak menaikinya maka akan binasa.”

PENUTUP

Semoga yang sedikit ini bisa menjadikan kita sebagai masyarakat yang sukses di negeri kita dan semoga negeri kita ini selalu diberkahi oleh Allah, Amin.(redaksi)

Artikel ini diposting oleh Website Seindah Sunnah

Mohon menyebutkan link dari kami jika antum mengutip dari kami

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Android berikut ini 

Segera daftarkan nomer antum untuk mendapatkan Broadcast Dakwah WhatsApp Seindah Sunnah, klik ini


Dukung Seindah Sunnah dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • IKLAN di Website ini hubungi WhatsApp berikut : +62 853 2525 8908
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0454-730-654 a.n. Musa Jundana
  • Mohon untuk konfirmasi donasi ke WhatsApp berikut : +62 853 2525 8908

LEAVE A REPLY