​Benarkah Isro’ Mi’roj Terjadi Tanggal 27 Rojab ?

0
358

Benarkah Isro’ Mi’roj Terjadi Tanggal 27 Rojab?

Al-Hafidzh Ibnu Rojab Al-Hanbali berkata:

وقد روي انه كان في شهر رجب حوادث عظيمة , ولم يصح شيء من ذلك , فروي أن النبي صلى الله عليه وسلم ولد في أول ليلة منه , وأنه بعث في السابع والعشرين منه , وقيل : في الخامس والعشرين , ولايصح شيء من ذلك ، وروي بإسناد لا يصح عن القاسم بن محمد أن الاسراء بالنبي صلى الله عليه وسلم كان في سابع وعشرين من رجب ، وأنكر ذلك إبراهيم الحربي وغيره

” Dan telah diriwayatkan konon di bulan Rojab banyak terjadi peristiwa-peristiwa besar. Akan tetapi, tak ada satupun riwayat yang shohih yang menetapkannya. 

Disebutkan bahwa Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam dilahirkan pada awal malam bulan Rojab dan beliau diutus pada tanggal 27 Rojab. 

Ada juga yang mengatakan bahwa itu terjadi pada tanggal 25 Rojab, namun semua pemberitaan itu tidak ada yang shohih. 

Diriwayatkan dengan sanad yang tidak shohih dari Al-Qosim bin Muhammad, bahwa Isro’-nya Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam terjadi pada tanggal 27 Rojab. 

Riwayat ini juga diingkari oleh Ibrohim Al-Harbi dan para Ulama selain beliau.” (Latho’iful Ma’arif hal. 169)

Al-Hafidzh Ibnu Hajar Al-‘Asqolani menegaskan, ” Banyaknya perbedaan pendapat di antara Ulama dalam menentukan kapan terjadinya peristiwa Isro’ Mi’roj?” ( Fat-hul Bari” 7/203 )

Hal itu menunjukkan penetapan waktu terjadinya peristiwa Isro’ Mi’roj tidaklah termasuk perkara ushul (pokok) dalam agama ini.

Jadi tidak perlu sibuk mencari tahu kapan persisnya terjadi Isro’ Mi’roj.

Kewajiban kita adalah mengimaninya sesuai dengan pemberitaan Allah dan Rosul-Nya sebagaimana yang diimani oleh para Shohabat.

Sekalipun peristiwa Isro’ Mi’roj benar-benar terjadi tanggal 27 Rojab, maka tidak dibenarkan menyambutnya dengan membikin peringatan serupa dengan perbuatan orang-orang Nashoro yang memperingati kenaikan Nabi ‘Isa ‘alaihissalam.

Andaikata peringatan seperti itu baik tentu Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam dan para Shohabatnya telah mendahului kita dalam mengamalkannya.

Camkan sabda Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam, ” Barangsiapa yang beramal dengan suatu amalan (dalam agama ini) yang bukan bersumber dari ajaran kami maka tertolak.” ( HR. Muslim )

Via Fikri Abul Hasan

Artikel Ini Di Posting oleh Website Seindah Sunnah
_______________________
Mohon menyebutkan link dari kami jika antum mengutip dari kami
_______________________
Bagi para pembaca yang Ingin Berdonasi untuk kemajuan dakwah kami

Bisa transfer ke rekening BNI Syariah kantor cabang Surakarta 0454-730-654

Mohon konfirmasi setelahnya ke : Email : [email protected] atau Facebook Seindah Sunnah


LEAVE A REPLY