Nasehat Syaikh Ibrahim Ar Ruhaily Terkait Hukuman Bagi Para Teroris

0
313

Nasehat Syaikh Ibrahim Ar Ruhaily Terkait Hukuman Bagi Para Teroris

Teroris itu kalau dipenjara tanpa ada usaha untuk memberi dia nasehat, maka mereka akan merasa dipenjara karena agama.

Akhirnya, mereka berdalih dengan Nabi Yusuf ‘alahissalam dipenjara. Kemudian Imam Ahmad dipenjara, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dipenjara… .

Mereka saja dipenjara, saya lebih pantas untuk dipenjara.

Kemudian, beliau menjelaskan makna ayat berikut :

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ

” Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu bil hikmah (dengan hikmah) dan mau’idzoh yang baik..(An Nahl : 125)

Bil hikmah –> Ini metode dakwah kepada orang-orang ahlu bid’ah.

Wal mau’idzoh al hasanah –> Ini metode dakwah kepada para ahli maksiat.

Bil hikmah (Dengan cara hikmah),
maksud nya dengan memberi nasehat, ajak dia dialog, ajak dia diskusi, yang bisa mengusir syubhat dalam pikiran mereka.

Dengan mau’idzoh hasanah,
maksudnya dengan menyebutkan ancaman dosa yang ia lakukan. Atau terkadang dengan memberikan hukuman kepada mereka.

Adapun para ahli bid’ah, tidak cocok bila diberlakukan hukuman fisik pada mereka. Karena mereka menganggap dosa yang mereka lakukan adalah sebuah prinsip kebenaran, yang sudah menjadi ideologis mereka.

Oleh karenanya, yang diperlukan untuk membuatnya jera, adalah nasehat atau diskusi yang bisa mengusir keyakinan yang keliru tersebut.

Khususnya kaum Khawarij, Sebagaimana dilakukan sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dahulu, setelah beliau diskusi dengan mereka, sebanyak dua ribu orang tobat dari kesalahan pemikiran khawarij.

Para pelaku maksiat masih sadar diri saat kita bilang, “ittaqillah..!!” (Bertakwa lah pada Allah saudaraku!). Atau dengan menjatuhkan hukuman fisik pada mereka.

Oleh karenanya hukuman-hukuman had hanya dijatuhkan pada pelaku maksiat.

Tapi para pelaku bid’ah seperti mereka, anda bilang ,”ittaqillah!” Mana ada dia mau sadar. Karena mereka merasa benar dan sedang di atas ketakwaan pada Allah.

Kemudian, Syaikh menyebutkan pengalaman beberapa masyayikh di Arab Saudi, yang dikirim oleh pemerintah kerajaan ke penjara-penjara kasus terorisme. Mereka diamanahi untuk menasehati para pelaku teroris itu.

Hasilnya, amat menggembirakan.
Para pelaku teroris itu, kembali ke kampung dengan membawa akidah yang lurus. Dan bisa hidup berdamingan lagi dengan masyarakat sekitar. Bahkan mereka sampai berterima kasih kepada para Masyayikh yang sudah mengentaskannya -dengan taufik dari Allah- dari fitnah syubhat.

_______

Disampaikan saat kajian Syarah Aqidah at Thahawiyyah Di Masjid Rasulullah Nabawi, Madinah Saudi Arabia 24 Muharom 1437

Di Tulis Oleh Ustadz Ahmad Anshori

Mahasiswa Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia Fakultas Syariah

Artikel Ini Di Posting oleh Website Seindah Sunnah
_______________________
Mohon menyebutkan link dari kami jika antum mengutip dari kami
_______________________
Bagi para pembaca yang Ingin Berdonasi untuk kemajuan dakwah kami

Bisa transfer ke rekening BNI Syariah kantor cabang Surakarta 0454-730-654

Mohon konfirmasi setelahnya ke : Email : [email protected] atau Facebook Seindah Sunnah