Inilah Ciri – Ciri Penyihir Beserta Ulasannya

0
1305

Sudah kita ketahui bersama, bahwa sihir termasuk dosa besar yang dapat membinasakan seseorang, bahkan dengan sihir pula, seseorang dapat batal keimanannya dan keislamannya. Sebagaimana hal tersebut telah di tegaskan dalam firman Allah Subhanahu wa ta’ala  dan hadits – hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam yang shahih. Namun pada kenyataannya pada zaman sekarang ini telah banyak merajalela dimana-mana praktek-praktek perdukunan dikalangan masyarakat, serta banyak orang yang mudah sekali dalam mendatangi tukang sihir dengan berbagai cara dan tujuan.

1. Definisi Sihir

A. Sihir menurut bahasa.

Ibnu Manzur berkata : ” Seakan-akan tukang sihir memperlihatkan kebathilan dalam wujud kebenaran dengan menggambarkan sesuatu tidak seperti hakekat yang sebenarnya ( Lisanul Arab ( IV/ 348 ) Penerbit, Shadir, Beirut. 

Dan dalam kitab Mu’jamul Wasith disebutkan : “ Sihir adalah sesuatu yang dilaksanakan secara lembut dan sangat terselubung. (Al Mu’jamul Wasith (1/419). Darul Fikr.

B. Sihir dalam istilah syari’at.

Sihir adalah kesepakatan antara tukang sihir dan syaitan dengan ketentuan bahwa tukang sihir akan melakukan berbagai keharaman atau kesyirikan dengan imbalan pemberian pertolongan syaitan kepadanya. dan ketaatan untuk melakukan apa saja yang dimintanya.

2. Hukum Sihir Dalam Syari’at Islam.

A. Hukum Tukang Sihir Dalam Syari’at Islam.

Jumhur ulama diantaranya Imam Malik, Ibnu Qudamah, Imam Ahmad bin Hanbal, Abu Tsauri, Ibnu Mundzir, Dan yang lain-lainnya. Berpendapat bahwa tukang sihir hukumannya adalah di bunuh, kecuali Imam Syafi’I , dimana beliau menyatakan bahwa tukang sihir tidak harus dibunuh, kecuali jika dengan sihirnya itu ia membunuh orang ( Seperti menyantet orang hinnga orang tersebut mati dll ) Sehingga dia harus diberikan hukuman qishash.

B. Hukum Mempelajari Sihir.

Hukum mempelajari sihir adalah haram, karena sihir merupakan perbuatan kufur dan termasuk perbuatan dosa besar yang membinasakan. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

إنما نحن فتنة فلا تكفر 

“ Sesungguhnya kami hanyalah cobaan ( bagimu ) karena itu janganlah kamu kafir. ( Al-Baqarah:102 )

Al-Hafidz Ibnu Hajar Rahimakumullah berkata : Didalam ayat tersebut  terdapat isyarat yang menunjukkan bahwa mempelajari sihir adalah kufur.( Fathul Bari : X/225 )

Dari Abu Hurairah  dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam, Beliau Bersabda :

اجتنبوا السبع الموبقات , قا لوا:يا رسول الله وما هن ؟ قال السرك بالله, والسحر وقتل النفس التي حرمالله إلا بالحق , وأكل الربا, وأكل مال اليتيم, والتولي يوم الزحف , وقذف المحصنات المؤمنات الغافلات

“ Jauhilah oleh kalian tujuh dosa besar yang membinasakan, “ Para sahabat bertanya, “ Wahai Rasulullah, Apakah tujuh dosa besar itu ?” Beliau Shalallahu ‘alaihi wa salam menjawab:” Syirik kepada Allah  , Sihir, Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang dibenarkan, Memakan riba, Memakan harta anak yatim, Melarikan diri saat peperangan dan Menuduh berzina wanita-wanita mukminah yang telah bersuami lagi menjaga dirinya dari sifat kesia-siaan”( Muttafaqun’alaih )

3. Dalil-dalil yang Menunjukkan Adanya Jin, Setan, dan Sihir

Ada hubungan yang kuat antara jin dan sihir, bahkan jin dan syaitan merupakan faktor utama dalam dunia sihir. Sebagaian orang ada yang mengingkari keberadaan jin. Oleh karena itu mereka mengingkari terjadinya sihir, maka kami paparkan beberapa dalil yang menunjukkan adanya jin, syaitan dan jin secara ringkas.

A. Dalil-dalil dari Al-Qur’an 

1.Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

فَإِذَا صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِ يَسْتَمِعُوْنَ الْقُرْآنَ

“ Dan ( Ingatlah ) ketika kami hadapkan segerombolan jin kepadamu yang mendengarkan Al-Quran.” ( QS. Al-Ahqof: 29 )

2. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

ا فَلَمَّا أَلْقَوْا قَالَ مُسَى مَا جِئْتُم بِهِ السِّحْرُ إِنَّ اللهَ سَيُبْتِلُهُ إِنَّ اللهَ لاَ يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِيْنَ . وَيُحِقُّ اللهُ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُوْنَ

“ Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata kepada mereka, ” Apa yang kamu lakukan itu, itulah sihir, Sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benaran.’ Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengkokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai (nya).” ( QS. Yunus: 81-82 )

B. Dalil-dalil dari As-sunnah

1. Dari Aisyah –Semoga Allah meridhoinya -, dia berkata, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda :

 خُلِقَتِ الْمَلاَئِكَةُ مِنَ نُوْرٍ, وَ خُلِقَ الْجَانُّ مِنَ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ, وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّاوَصَفَ لَكُمْ

“ Para malaikat itu diciptakan dari cahaya dan jin diciptakan dari nyala api, sedangkan adam didiciptakan dari apa yang telah dijelaskan pada kalian. ( Muttafaqun ‘alaih )

Dari ‘Imran bin Husain  – Semoga allah meridhoinya – beliau berkata, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda :

 لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَطَيَّرَ أَوْ تُطُيِّرَ لَهُ, أَوْ تَكَهَّنَ أَوْ تُكُهِّنَ لَهُ, أَوْ سَحَرَ أَوْ سُحِرَلَهُ, وَ مَنْ أَتَى كَاهِنًا فَصَدَقَهُ بِمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَدٍ.

“ Bukan dari golongan kami yang bertathayyur ( meramal kesialan ) atau minta dilakukan tathayyur terhadapnya atas orang yang melakukan praktek perdukunan atau mendatangi dukun atau melakukan sihir atau minta disihirkan. Barang siapa mendatangi dukun lalu ia mempercayai apa yang dikatakannya, berarti ia telah kufur terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam. ( H.R. Bazzar dihasankan oleh Syaikh Al-Albani ).

C. Perbedaan Antara Sihir, karamah, dan Mukjizat.

Al-Mazari mengungkapkan: “ Perbedaan antara sihir, karomah, dan mukjizat adalah bahwa sihir berlangsung melalui proses beberapa bantuan sejumlah bacaan dan perbuatan ( ucapan ritual ) sehingga terwujud apa yang menjadi keinginan si penyihir. Sedangkan karamah tidak membutuhkan hal tersebut tetapi biasanya karomah muncul berkat taufiq dari Allah Subhanahu wa ta’ala. Adapun mukjizat ia mempunyai kelebihan atas karomah dan hanya terjadi pada para Nabi dan Rasul.

4. Tanda-Tanda Yang Dapat Dijadikan Barometer Untuk Mengenali Tukang sihir.

Apabila didapatkan satu dari tanda-tanda berikut ini pada orang-orang yang melakukan pengobatan, maka tidak diragukan lagi dia adalah seorang tukang sihir.

Diantara tanda-tanda dan ciri Penyihir tersebut, Yaitu:

1. Menanyakan nama pasien dan nama ibunya.

2. Meminta salah satu dari beberapa benda yang bekas di pakai oleh pasien ( baik itu baju, topi, sapu tangan, atau ikat pinggang,dan lain-lainnya ).

3. Terkadang meminta hewan dengan kriteria-kriteria tertentu untuk disembelih dengan tidak menyebut nama Allah  padanya.

4. Penulisan mantra-mantra tertentu.

5. Membaca jimat-jimat dan mantra-mantra yang tidak dapat dipahami.

6. Memberi suatu pembatas yang terjadi dari empat persegi kepada pasien, yang didalamnya terdapat huruf-huruf atau angka-angka.

7. Dia menyuruh pasien untuk mengurung diri dari orang-orang dalam waktu tertentu dan di suatu ruangan yang tidak dimasuki sinar matahari dan tertutup.

8. Menyuruh pasien untuk tidak menyentuh air untuk waktu tertentu, yang paling sering selama 40 hari.

9. Memberi pasien beberapa hal untuk ditimbun didalam tanah.

10. Memberi pasien beberapa kertas untuk dibakar dan mengeluarkan asap.

11. Berkomat-kamit dengan kata-kata yang tidak dapat dipahami.

12. Terkadang si penyihir memberitahu pada pasien nama dan kampung halaman pasien tersebut. Serta permasalahan yang akan di kemukakannya ( untuk meyakinkan pasien bahwa dia mengetahui ilmu ghaib ).

13. Si Penyihir juga menuliskan untuk pasien beberapa huruf-huruf diselembar kertas ( ajimat ), atau lempengan tembikar putih, lalu menyuruh pasien melarutkan dan meminumnya.

Maka apabila sudah diketahui bahwa seseorang tukang sihir, maka hindarilah dan jangan mendatanginya, kalau tidak maka ia telah terkena sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam :

(( من أتى كاهنا فصدقه بِما يقول, فقد كفر بِما أنزل على محمد ))

“ Barangsiapa mendatangi seorang dukun, lalu dia membenarkan apa yang dikatakannya, berarti dia telah kufur terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad. ( HR. Bazzar disahihkan oleh Al-Albani )  

Maka oleh karena itu, kaum muslimin harus hati-hati dari sihir tersebut dengan banyak-banyak berzikir kepada Allah  dan jangan sekali-kali mendatangi tukang sihir.

-Maroji’:

– Sihir dan guna-guna serta tata cara mengobatinya menurut Al-Quran dan As-Sunnah. Pustaka Imam Syafi’i
– Al-Qurannul Karim.

NB : Demi menjaga kehormatan saudara kita, mohon di sertakan sumber dan linknya, Jazakumullahu Khairan

====================================
Daftar Whatsapp Nasehat Seindah Sunnah

Nama # Umur # L/P # Alamat kirim ke +62 852 1119 3332 ( Registrasi via Whatsapp langsung bukan via Sms )

Artikel Ini Di Posting oleh Website Seindah Sunnah
_______________________
Mohon menyebutkan link dari kami jika antum mengutip dari kami
_______________________
Bagi para pembaca yang Ingin Berdonasi untuk kemajuan dakwah kami

Bisa transfer ke rekening BNI Syariah kantor cabang Surakarta 0454-730-654

Mohon konfirmasi setelahnya ke : Email : [email protected] atau Facebook Seindah Sunnah


LEAVE A REPLY