MUI Jabar : Jasa Penukaran Uang Di Pinggir Jalan HARAM Karena Termasuk Riba

1
773

MUI Jabar : Jasa Penukaran Uang Di Pinggir Jalan HARAM Karena Termasuk Riba

Fenomena jasa penukaran uang di pinggir jalan jelang Idul Fitri banyak terjadi di hampir beberapa kota, tak terkecuali Kota Bandung. Meski namanya penukaran, namun tetap saja dikenakan biaya tambahan demi keuntungan.

Apa kata Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan fenomena tersebut? Mereka melihat kondisi ini haram. Sebab, uang merupakan alat tukar bukan diperjualbelikan.

“ Sebetulnya dalam Islam itu merupakan alat tukar. Bukan komoditas yang diperjualbelikan. Jadi kalau dibiarkan bisa haram hukumnya. Karena uang hanya peruntukan sebagai alat tukar bukan diperjual belikan,” kata Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar di kantornya, Senin (20/6).

Adanya kegiatan penukaran uang dengan tidak sesuai jumlahnya adalah riba . Sebab, dalam ajaran Islam penukaran uang harusnya sama dan tidak boleh ada penambahan atau pengurangan.

“ Nah, yang salah itu yang di pinggir jalan. Yang dimasalahkan adalah kelebihannya,” ujarnya.

Dia meminta pada masyarakat untuk bisa memanfaatkan fasilitas penukaran uang yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI). Apalagi BI memberikan layanan penukaran tanpa adanya penambahan jumlah uang.

“ Kalau butuhkan bisa di BI tanpa ada kelebihan nilai. Kalau yang di jalan, kan ini Rp 100 ribu jadi Rp 110 ribu, Rp 200 ribu jadi Rp 220 ribu ini tidak boleh. Uang itu hanya sebagai alat tukar,” ungkapnya.

MUI Jabar tak bosan-bosan memberikan imbauan pada Pemerintah Daerah untuk tidak abai terhadap transaksi tersebut. “ Kalau pemerintah abai. ini akan terjadi dampak negatif. Kami tidak bosan imbau pada BI dan pemerintah untuk dibatasi. Jangan sampai ada jual beli di jalan-jalan gitu,” terangnya.

Artikel Ini Di Posting oleh Website Seindah Sunnah
_______________________
Mohon menyebutkan link dari kami jika antum mengutip dari kami
_______________________
Bagi para pembaca yang Ingin Berdonasi untuk kemajuan dakwah kami

Bisa transfer ke rekening BNI Syariah kantor cabang Surakarta 0454-730-654

Mohon konfirmasi setelahnya ke : Email : [email protected] atau Facebook Seindah Sunnah


1 COMMENT

  1. Mui mengharamkan, saya harap fatwa haram mui itú tidak hanya himbauan sebab sering diabaikan, tetapi fatwa yang dibentuk undang2 sehingga bisa dikerahkan tindákan terhadap pelaku sebagai fakta hukum, jangan hanya swiping di bulan romadhon saja . Saya berharap MUI dengan adanya fatwa yang berupa himbauan saja tidak cukup,…hal itú sama saja ada dasar hukumnya tetapi MUI tidak bisa berbuat apa2 terhadap pelaku pelanggaran. Dan dálam hal ini saya berharap setiap mengeluarkan fatwa didasari hukum aturan islam langsung menjalankan tugas menindak pelaku pelanggaran. Saya berharap MUI menpunyai polisi eksekusi pelaku pelanggár .

LEAVE A REPLY